
NERS NEWS – Kamis, 12 Maret 2026 – Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga menggelar penyuluhan kesehatan bertema “Strategi Edukasi Pencegahan Risiko Infeksi Pasien Post Operasi” di Ruang Operasi Rumah Sakit Khusus Infeksius (RSKI) Universitas Airlangga.
Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik klinik Stase Keperawatan Medikal Bedah yang berfokus pada edukasi promotif dan preventif bagi keluarga penunggu pasien sebagai upaya meningkatkan pengetahuan mengenai tanda tanda infeksi serta pencegahannya. Infeksi luka operasi merupakan keadaan ketika bakteri masuk ke luka bekas operasi, sehingga menyebabkan peradangan dan dapat membuat luka menjadi lebih lama sembuh. Sementara itu tanda tanda terjadinya infeksi antara lain kemerahan pada area luka, bengkak, nyeri meningkat, luka terasa hangat atau panas, keluar cairan (nanah), luka berbau tidak sedap
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode ceramah dan diskusi interaktif dengan menggunakan media poster edukatif serta leaflet agar informasi dapat dipahami dengan mudah dan dapat dipelajari kembali di rumah. Materi yang disampaikan meliputi pengertian infeksi luka operasi, penyebab infeksi luka operasi, tanda gejala lokal dan sistemik yang perlu diwaspadai, cara perawatan luka, tujuan pencegahan infeksi luka operasi, faktor yang dapat menyebabkan infeksi luka operasi, proses penyembuhan luka, dan peran keluarga dalam proses penyembuhan luka. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 12 Maret 2026 pukul 13.30-14.00 WIB dan diikuti oleh 3 peserta, melampaui target awal yaitu 3 peserta.
Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab. Beberapa pertanyaan yang diajukan di antaranya: “untuk makanan kaya telor apakah kuning nya saja atau hanya putihnya saja, kalo digoreng apakah boleh? Kalo mengkonsumi ayam itu apakah pengaruh ke luka”, “luka operasi yang masih basah yang masi muncul ke permukaan, sering kali ga tega untuk membersihkan jika harus menekan luka operasi. Itu bagaimana?”, serta “anak saya makan nya harus pedes, itu bagaimana ya buat pemulihan habis operasi?” Tim mahasiswa menjelaskan bahwa mengkonsumsi telor putih dan kuning ngga papa, dan seharusnya di rebus. Jika ayam boleh, malah mempercepat proses penyembuhan luka.. jika ada darah harus dibersihkan secara mandiri, agar lukanya tetap bersih. Menjawab pertanyaan ke tiga, harus di kontrol dulu untuk makan sambelnya, pada saat proses pemulihan. Dan selama nutrisi masih terpenuhi, gapapa buat makan sambel.
Kegiatan ini berada di bawah bimbingan pembimbing akademik Ibu Nauvila Fitrotul, S.Kep., Ns., M.Kep. serta pembimbing klinik Ns. Akhmad Ja’far, S.Kep., Ns. Melalui kegiatan promotif dan preventif ini, mahasiswa turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) melalui peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan penyakit, SDGs 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui penyampaian edukasi kesehatan yang mudah dipahami oleh masyarakat, serta SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara institusi pendidikan dan rumah sakit dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan pasien dan keluarga pasien mampu menjadi pendukung utama dalam pencegahan infeksi luka operasi sehingga penyembuhan luka operasi dapat optimal.
Penulis: Agustin Novianatasari
Editor : Eva Khoirunnisa Adinta (Airlangga Nursing Journalist)





