
NERS NEWS — Hat Yai, Thailand – 20 Juli 2026 – Program Student Exchange Universitas Airlangga (Unair) di Prince of Songkla University (PSU), Thailand, resmi dimulai dengan kegiatan Welcoming Party yang berlangsung hangat di Fakultas Keperawatan PSU. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mempererat kerja sama akademik sekaligus memperkenalkan budaya belajar yang akan dijalani oleh para mahasiswa selama mengikuti program pertukaran pelajar internasional. Mahasiswa Keperawatan Unair yang di wakili oleh Natasya Aulia, Lintang Prameswari dan Ananda Rachmalia Putri.
Acara diawali dengan sambutan dari jajaran pimpinan Fakultas Keperawatan Prince of Songkla University yang dipimpin oleh Dekan PSU bersama para dosen. Dalam suasana penuh keakraban, mahasiswa Universitas Airlangga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi secara langsung mengenai rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan selama mengikuti program Student Exchange.
Pada sesi diskusi tersebut, pihak PSU menjelaskan berbagai aktivitas akademik maupun praktik yang akan diikuti peserta, mulai dari perkuliahan, kunjungan ke berbagai unit pelayanan kesehatan, observasi praktik keperawatan di rumah sakit, hingga kegiatan pertukaran budaya yang bertujuan memperluas wawasan mahasiswa terhadap sistem pelayanan kesehatan di Thailand. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh penjelasan mengenai tujuan pembelajaran, aturan akademik, serta harapan agar seluruh peserta dapat aktif berpartisipasi dan membangun kolaborasi lintas budaya selama program berlangsung.
Setelah kegiatan penyambutan, mahasiswa langsung mengikuti kelas pertama bertajuk Aesthetic in Nursing, sebuah mata kuliah yang menekankan pentingnya nilai-nilai humanistik, empati, dan komunikasi terapeutik dalam praktik keperawatan.
Pada sesi ini, mahasiswa diajak memahami bahwa konflik di lingkungan pelayanan kesehatan merupakan situasi yang tidak dapat dihindari. Melalui berbagai studi kasus dan diskusi kelompok, peserta mempelajari bagaimana seorang perawat harus mampu membangun komunikasi terapeutik ketika menghadapi konflik antara pasien, keluarga, maupun tenaga kesehatan lainnya. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyelesaian masalah, tetapi juga bagaimana menunjukkan empati, mendengarkan secara aktif, menghargai sudut pandang setiap individu, serta menciptakan hubungan saling percaya sebagai bagian dari pelayanan yang berpusat pada pasien (patient-centered care).
Sebagai bentuk refleksi diri, dosen kemudian memberikan aktivitas kreatif berupa menggambar representasi diri sebagai perawat yang ingin diwujudkan di masa depan. Melalui gambar tersebut, setiap mahasiswa mengekspresikan nilai-nilai profesional yang ingin dimiliki, seperti menjadi perawat yang penuh kasih sayang, komunikatif, bertanggung jawab, mampu memberikan pelayanan yang aman dan berkualitas, serta selalu mengutamakan kebutuhan pasien secara holistik. Kegiatan ini menjadi media refleksi untuk mengenali identitas profesional sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan asuhan keperawatan yang berlandaskan empati, integritas, dan profesionalisme.
Hari pertama program Student Exchange di Prince of Songkla University memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Selain memperkenalkan lingkungan akademik internasional, kegiatan ini juga membuka perspektif baru mengenai pentingnya aspek seni (aesthetic), komunikasi, dan nilai kemanusiaan dalam praktik keperawatan. Diharapkan seluruh rangkaian program selama di PSU dapat memperkaya kompetensi mahasiswa Universitas Airlangga sehingga mampu menjadi perawat profesional yang adaptif, berdaya saing global, dan siap memberikan pelayanan kesehatan yang berfokus pada pasien.
Penulis: Lintang Prameswari





