
NERS NEWS – Surabaya – Mahasiswa Program Studi Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan bertajuk “Waspada Cedera Kepala” bagi masyarakat yang melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Kalijudan, Surabaya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya cedera kepala serta pentingnya penanganan yang cepat dan tepat. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan dengan pendampingan Pembimbing Akademik: Bapak Aziz Nashiruddin Habibie, S.Kep., Ns., M.Kep. dan Pembimbing Klinik: Ibu Waji, S.Kep., Ns. Edukasi diberikan melalui metode ceramah, diskusi, serta pembagian media leaflet agar informasi dapat dipahami dengan lebih mudah oleh masyarakat.
Dalam penyuluhan tersebut dijelaskan bahwa cedera kepala merupakan cedera mekanik pada kepala akibat benturan langsung maupun tidak langsung yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak, robekan selaput otak, hingga gangguan neurologis (Ichwanuddin & Nashirah, 2022). Kondisi ini merupakan salah satu penyebab kematian akibat trauma yang cukup tinggi, sehingga diperlukan penanganan yang cepat untuk mencegah komplikasi serius seperti peningkatan tekanan intrakranial dan kerusakan sel otak (Putri et al., 2023).
Mahasiswa juga menjelaskan bahwa tingkat keparahan cedera kepala dapat dinilai menggunakan Glasgow Coma Scale (GCS) yang membagi cedera kepala menjadi ringan, sedang, dan berat berdasarkan tingkat kesadaran pasien (Ichwanuddin & Nashirah, 2022). Melalui pengetahuan ini, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada terhadap tanda bahaya seperti penurunan kesadaran, muntah berulang, dan sakit kepala hebat setelah terjadi benturan pada kepala. Selain itu, mahasiswa juga menekankan pentingnya pencegahan cedera kepala dalam kehidupan sehari-hari, khususnya saat berkendara. Masyarakat diingatkan untuk selalu mengutamakan keselamatan dengan menggunakan helm standar saat mengendarai sepeda motor, mematuhi aturan lalu lintas, serta meningkatkan kewaspadaan di jalan guna mengurangi risiko terjadinya cedera kepala akibat kecelakaan.
Kegiatan penyuluhan berlangsung dengan antusias dan masyarakat aktif mengikuti sesi diskusi mengenai pencegahan serta penanganan awal cedera kepala. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko cedera kepala serta segera mencari pertolongan medis apabila terjadi tanda bahaya.
Pelaksanaan penyuluhan kesehatan ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 3, yaitu Good Health and Well-Being, yang bertujuan menjamin kehidupan yang sehat serta meningkatkan kesejahteraan bagi semua kelompok usia. Melalui kegiatan edukasi mengenai bahaya cedera kepala, tanda bahaya, serta pentingnya pencegahan seperti penggunaan helm saat berkendara, mahasiswa berupaya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terhadap risiko cedera yang dapat berdampak serius pada kesehatan. Upaya promotif dan preventif seperti penyuluhan kesehatan ini menjadi salah satu strategi penting dalam menurunkan angka morbiditas dan mortalitas akibat cedera, sekaligus mendukung terciptanya masyarakat yang lebih sadar akan pentingnya keselamatan dan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.





