
NERS NEWS — Pada Jumat, 14 Agustus 2026, telah dilaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan melalui Program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) di Ruang IRNA 6A Graha Trimed RSKI. Kegiatan yang berlangsung pada pukul 10.00 hingga 10.25 WIB tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa Profesi Ners sebagai salah satu bentuk kegiatan edukasi kesehatan kepada pasien dan keluarga pasien di lingkungan rumah sakit. Penyuluhan mengangkat tema “Waspada, Bukan Takut! Kenali Tumor Payudara. Selamatkan Diri dengan SADARI,” yang dipilih sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan payudara serta melakukan deteksi dini terhadap adanya perubahan pada payudara.
Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan informasi yang mudah dipahami mengenai tumor payudara, kanker payudara, serta pentingnya melakukan deteksi dini melalui SADARI atau Periksa Payudara Sendiri. Pemilihan tema “Waspada, Bukan Takut!” diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada audiens bahwa perhatian terhadap kesehatan payudara tidak seharusnya menimbulkan rasa takut secara berlebihan. Sebaliknya, kewaspadaan merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap kesehatan diri. Dengan memiliki pengetahuan yang cukup, seseorang diharapkan dapat lebih peka terhadap perubahan yang terjadi pada payudara dan mengetahui langkah yang tepat apabila menemukan kondisi yang tidak normal.
Penyuluhan dilaksanakan secara langsung dengan melibatkan pasien dan/atau keluarga pasien yang berada di Ruang IRNA 6A Graha Trimed RSKI. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengenalan topik yang akan disampaikan, kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi mengenai tumor payudara dan upaya deteksi dini. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana agar dapat dipahami oleh seluruh audiens. Dalam penyampaian materi, peserta diberikan informasi mengenai pentingnya mengenali kondisi payudara, memperhatikan adanya perubahan yang tidak biasa, serta memahami SADARI sebagai salah satu upaya yang dapat dilakukan secara mandiri untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan payudara.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab sebagai bentuk interaksi antara penyuluh dan audiens. Sesi tersebut memberikan kesempatan kepada audiens untuk menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai tumor payudara, kanker payudara, maupun deteksi dini melalui SADARI. Kehadiran sesi diskusi membuat kegiatan penyuluhan tidak hanya berlangsung secara satu arah, tetapi juga menjadi ruang bagi audiens untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai hal-hal yang belum mereka pahami.
Selama kegiatan berlangsung, antusiasme audiens terlihat sangat baik. Hal tersebut ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan setelah materi diberikan. Audiens menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi dan ketertarikan untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai kanker payudara serta cara mengenali perubahan pada payudara. Keaktifan audiens dalam mengajukan pertanyaan menjadi salah satu indikator bahwa materi yang disampaikan mampu menarik perhatian dan memberikan stimulus kepada peserta untuk lebih peduli terhadap kesehatan payudara.
Antusiasme tersebut juga menunjukkan bahwa edukasi kesehatan mengenai tumor dan kanker payudara masih menjadi informasi yang penting untuk diberikan kepada masyarakat. Pengetahuan yang baik dapat membantu seseorang memahami pentingnya memperhatikan kondisi kesehatan diri dan tidak mengabaikan perubahan yang terjadi pada tubuh. Melalui kegiatan penyuluhan di lingkungan rumah sakit, pasien dan keluarga pasien tidak hanya mendapatkan informasi yang berkaitan dengan kondisi kesehatan saat ini, tetapi juga memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali ke lingkungan masing-masing.
Pelaksanaan penyuluhan berlangsung dengan lancar dari awal hingga akhir. Meskipun kegiatan dilaksanakan dalam waktu yang relatif singkat, yaitu selama 25 menit, audiens tetap menunjukkan perhatian dan keterlibatan yang baik. Interaksi selama sesi tanya jawab menjadi bagian yang cukup aktif dalam kegiatan karena audiens berkesempatan menyampaikan berbagai hal yang ingin diketahui. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan edukasi kesehatan dapat menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat apabila materi disampaikan secara komunikatif dan sesuai dengan kebutuhan audiens.
Melalui kegiatan PKRS dengan tema “Waspada, Bukan Takut! Kenali Tumor Payudara. Selamatkan Diri dengan SADARI”, diharapkan audiens dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kesehatan payudara dan pentingnya deteksi dini. Audiens juga diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan yang terjadi pada payudara serta tidak ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menemukan kondisi yang tidak biasa. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi promotif dan preventif kepada masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan payudara.
Secara keseluruhan, kegiatan penyuluhan kesehatan yang dilaksanakan di Ruang IRNA 6A Graha Trimed RSKI pada Jumat, 14 Agustus 2026 berjalan dengan baik dan mendapatkan respons positif dari audiens. Banyaknya pertanyaan yang muncul selama kegiatan menjadi gambaran bahwa audiens memiliki minat yang tinggi terhadap informasi mengenai tumor dan kanker payudara. Melalui penyuluhan ini, diharapkan pesan “Waspada, Bukan Takut!” dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga masyarakat mampu lebih peduli terhadap kesehatan payudara, melakukan deteksi dini melalui SADARI, dan segera mencari pertolongan tenaga kesehatan apabila menemukan adanya perubahan yang mencurigakan.
Penulis: Dea Yuana Aprilia





