
NERS NEWS — Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Kelompok 9 Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dalam rangkaian Stase Keperawatan Medikal Bedah pada Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan yang dilaksanakan pada pukul 07.30 WIB ini mengangkat tema “Kenali Hipertensi, Cegah Serangan Jantung Sejak Dini” dengan sasaran pasien dan pengunjung di Poli Jantung Graha Trimed RSKI Universitas Airlangga. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai hipertensi, kaitannya dengan penyakit jantung, serta upaya pencegahan serangan jantung sejak dini.
Kegiatan diawali dengan persiapan mahasiswa berupa penyiapan leaflet sebagai media edukasi dan kontrak waktu dengan peserta. Mahasiswa kemudian mengajak pasien dan pengunjung untuk mengikuti penyuluhan serta mengarahkan peserta agar dapat mengikuti kegiatan dengan tertib. Setelah pembukaan, perkenalan anggota kelompok, penyampaian tujuan, dan kontrak waktu, mahasiswa mulai menyampaikan materi mengenai hipertensi.
Materi yang diberikan meliputi pengertian, jenis, faktor risiko, serta tanda dan gejala hipertensi. Peserta dijelaskan bahwa hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah yang sering kali tidak menimbulkan gejala khas sehingga perlu dikenali melalui pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Faktor yang dapat meningkatkan risiko hipertensi antara lain usia, faktor keturunan, obesitas, stres, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, serta konsumsi garam dan alkohol yang berlebihan.Selanjutnya, mahasiswa menjelaskan hubungan hipertensi dengan serangan jantung. Hipertensi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat meningkatkan beban kerja jantung dan berkontribusi terhadap kerusakan pembuluh darah. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko aterosklerosis dan gangguan aliran darah pada pembuluh darah koroner, sehingga pengendalian tekanan darah menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan jantung.
Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai serangan jantung atau infark miokard akut. Peserta diberikan pemahaman bahwa serangan jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan akibat terganggunya aliran darah menuju otot jantung. Tanda yang perlu diwaspadai antara lain nyeri atau rasa tidak nyaman pada dada yang dapat terasa seperti tertekan, tertindih, diremas, atau terasa berat. Keluhan tersebut dapat disertai sesak napas, keringat dingin, mual, muntah, pusing, jantung berdebar, maupun nyeri yang menjalar ke lengan, bahu, punggung, leher, rahang, atau ulu hati.
Mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai upaya pencegahan serangan jantung melalui pengendalian faktor risiko. Peserta dianjurkan untuk berhenti merokok, mengontrol tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol, melakukan aktivitas fisik secara teratur, menerapkan pola makan sehat, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Selain itu, disampaikan pula beberapa mitos dan fakta mengenai serangan jantung, seperti bahwa serangan jantung tidak selalu menimbulkan nyeri dada yang hebat dan tidak hanya terjadi pada usia lanjut.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan terkait hipertensi maupun serangan jantung. Mahasiswa kemudian memberikan penjelasan dan membantu meluruskan informasi yang masih belum dipahami peserta. Sesi ini berlangsung secara interaktif sehingga peserta dapat memperoleh informasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Evaluasi dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai materi yang telah disampaikan, meliputi pengertian hipertensi, faktor risikonya, hubungan hipertensi dengan serangan jantung, serta upaya pencegahannya. Melalui evaluasi tersebut, mahasiswa dapat mengetahui pemahaman peserta setelah mengikuti penyuluhan.
Pada akhir kegiatan, mahasiswa menekankan pentingnya segera mendapatkan pertolongan medis apabila muncul nyeri atau rasa tidak nyaman pada dada yang menetap atau berulang, terutama jika disertai sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, kelemahan, atau nyeri yang menjalar ke lengan, punggung, leher, maupun rahang. Peserta diimbau untuk tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami gejala yang mengarah pada kegawatdaruratan jantung.
Kegiatan PKRS kemudian ditutup dengan penyampaian kesimpulan dan dokumentasi bersama peserta. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Kelompok 9 Profesi Ners Universitas Airlangga berharap peserta dapat meningkatkan pemahaman mengenai hipertensi, mengenali faktor risiko dan tanda yang perlu diwaspadai, memahami hubungan hipertensi dengan serangan jantung, serta menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai upaya menjaga kesehatan jantung.

Penulis: Tania Nasywa Nabilah





