
NERS NEWS — Munakata, 15 Juli 2026 — Delegasi Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (Unair) mengikuti pembelajaran mengenai Humanitarian Crisis dan Disaster Management di Japanese Red Cross Kyushu International College of Nursing (JRCKICN), Munakata, Jepang, pada Rabu (15/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian akademik program Student Outbound untuk memperluas pemahaman mahasiswa mengenai respons terhadap krisis kemanusiaan dan bencana dalam perspektif internasional.
Kegiatan diawali dengan lecture yang membahas konsep Humanitarian Crisis dan Disaster Management. Melalui pembelajaran tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai berbagai kondisi krisis kemanusiaan, strategi penanggulangan bencana, serta peran tenaga kesehatan dalam memberikan respons yang tepat pada situasi darurat dan bencana. Materi yang diberikan juga menjadi dasar bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kondisi krisis.
Setelah sesi lecture, kegiatan dilanjutkan dengan discussion bertajuk Disaster and Preparedness in Different Countries. Dalam diskusi tersebut, delegasi Fakultas Keperawatan Unair membandingkan sistem kesiapsiagaan dan penanganan bencana di Jepang dan Indonesia. Pembahasan mencakup sistem peringatan dini, kesiapan masyarakat, respons terhadap bencana, serta pendekatan yang diterapkan kedua negara dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Pertukaran perspektif tersebut turut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk merefleksikan kondisi dan tantangan disaster preparedness di Indonesia.
Kegiatan lecture dan discussion bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai humanitarian crisis dan disaster management sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam memahami kesiapsiagaan bencana di berbagai negara. Pembelajaran ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3: Good Health and Well-Being melalui penguatan kompetensi tenaga kesehatan dalam respons kegawatdaruratan, SDGs 4: Quality Education melalui pembelajaran dan pertukaran pengetahuan internasional, serta SDGs 11: Sustainable Cities and Communities melalui pemahaman mengenai ketangguhan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.
Melalui kegiatan ini, delegasi Fakultas Keperawatan Unair diharapkan mampu mengintegrasikan perspektif global dengan konteks kebencanaan di Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk mahasiswa keperawatan yang memiliki wawasan internasional, kemampuan berpikir kritis, serta kesiapan untuk berkontribusi dalam pelayanan kesehatan pada situasi kegawatdaruratan dan bencana.
Penulis: Talitha Maulia Nada





