
NERS NEWS — Surabaya, 2 Oktober 2026 – Kelompok 12 Pendidikan Profesi Ners Stase Keperawatan Medikal Bedah (KMB) Angkatan 49 Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) mengenai apendisitis di Ruang 606 IRNA 6A Grha Trimed Rumah Sakit Universitas Airlangga. Kegiatan ini mengangkat tema “Waspada Apendisitis: Kenali Tanda, Penyebab, Komplikasi, dan Pencegahannya” dengan sasaran pasien dan keluarga yang berada di ruang rawat inap. Kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan peserta mengenai apendisitis, mulai dari pengertian, penyebab dan faktor risiko, tanda dan gejala, komplikasi, penanganan, hingga upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi.
Apendisitis merupakan peradangan pada apendiks atau usus buntu yang umumnya terjadi akibat adanya sumbatan pada lumen apendiks. Kondisi ini dapat menimbulkan keluhan berupa nyeri perut yang biasanya dimulai di sekitar pusat kemudian berpindah ke perut bagian kanan bawah, disertai mual, muntah, kehilangan nafsu makan, demam, serta gangguan pola buang air besar pada sebagian pasien. Apabila tidak segera mendapatkan penanganan, peradangan dapat berkembang menjadi perforasi atau pecahnya apendiks, peritonitis, abses intraabdomen, hingga sepsis.
Kegiatan penyuluhan dilakukan secara langsung kepada pasien dan keluarga yang berada di Kamar 606 IRNA 6A Grha Trimed. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh peserta. Media yang digunakan berupa poster dan leaflet. Poster digunakan untuk membantu peserta memahami materi melalui tulisan dan gambar, sedangkan leaflet diberikan agar peserta dapat membaca kembali informasi mengenai apendisitis setelah kegiatan selesai.
Materi yang diberikan meliputi pengertian apendisitis, penyebab dan faktor risiko, tanda dan gejala, komplikasi, penanganan, perawatan, serta upaya pencegahan komplikasi. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai tanda bahaya yang perlu diperhatikan, seperti nyeri perut yang semakin berat, demam, muntah berulang, perut terasa keras atau sangat nyeri, penurunan kondisi umum, serta keluhan lain yang menunjukkan perlunya pemeriksaan medis segera. Peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi mengenai informasi yang disampaikan selama penyuluhan.
Dalam penyampaian materi, peserta diberikan pemahaman bahwa apendisitis memerlukan perhatian dan penanganan yang tepat karena peradangan yang berlanjut dapat menyebabkan komplikasi. Penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi pasien dan hasil pemeriksaan medis. Pada kasus tertentu, tindakan operasi berupa appendektomi dapat dilakukan untuk mengangkat apendiks yang mengalami peradangan. Selain itu, terapi medis dan antibiotik dapat diberikan sesuai dengan kondisi pasien dan pertimbangan tenaga kesehatan. Oleh karena itu, pasien dan keluarga dianjurkan mengikuti instruksi tenaga kesehatan serta tidak menunda pemeriksaan apabila muncul tanda dan gejala yang mengarah pada apendisitis.
Upaya pencegahan komplikasi juga menjadi salah satu materi yang ditekankan dalam kegiatan PKRS. Pasien dan keluarga diberikan edukasi mengenai pentingnya mengenali gejala sejak dini, segera mendapatkan pemeriksaan apabila muncul nyeri perut yang menetap atau semakin berat, mengikuti pengobatan sesuai anjuran, menjaga asupan makanan dan cairan sesuai kondisi pasien, serta memperhatikan kondisi pasien selama masa pemulihan. Setelah menjalani tindakan, pasien juga perlu mengikuti anjuran perawatan luka dan kontrol sesuai jadwal yang diberikan oleh tenaga kesehatan.
Kegiatan diikuti oleh 8 orang peserta. Meskipun jumlah peserta belum mencapai target awal sebanyak 10 orang, kegiatan dapat berlangsung sesuai dengan susunan yang telah direncanakan. Peserta menunjukkan antusiasme dengan memperhatikan materi yang disampaikan dan mengikuti sesi tanya jawab. Suasana penyuluhan berlangsung tertib dan kondusif hingga kegiatan selesai.
Kegiatan PKRS ini melibatkan Kelompok 12 Stase Keperawatan Medikal Bedah Angkatan 49 Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga. Anggota kelompok terdiri atas Khairun Nisa’ Anabila, Eka Sari Nur Cholifah, Nur Safitri Rahmania, Angelica Ismaylin, Siti Faidza Agustin, dan Rizcha Rachmawati. Kegiatan berada di bawah bimbingan Dr. Lailatun Ni’ mah, S.Kep., Ns., M.Kep selaku pembimbing akademik dan Ari Kusumandani S.Kep., Ns. selaku pembimbing klinik.
Melalui kegiatan PKRS ini, mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga berharap pasien dan keluarga dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai apendisitis, mampu mengenali tanda dan gejalanya, memahami faktor penyebab serta komplikasi yang dapat terjadi, dan mengetahui pentingnya mendapatkan penanganan secara tepat. Edukasi juga diharapkan dapat membantu pasien dan keluarga dalam mengikuti anjuran tenaga kesehatan, melakukan perawatan selama masa pemulihan, serta segera mencari pertolongan apabila ditemukan tanda bahaya yang memerlukan penanganan medis.
Penulis: Nur Safitri Rahmania





