
NERS NEWS — Surabaya, 14 Agustus 2026- Kelompok 11 Stase Profesi Keperawatan Dasar (PKD) Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan mengenai Range of Motion (ROM) bagi keluarga pasien di Ruang IRNA 7A Grha Trimed Rumah Sakit Universitas Airlangga, Jumat (14/8/2026). Kegiatan yang diikuti oleh sembilan peserta ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya latihan gerak sendi untuk membantu mempertahankan dan meningkatkan kemampuan mobilitas pasien.
Kegiatan penyuluhan dilaksanakan secara terpusat di area ruang mahasiswa dan dipandu oleh Cici Yulia sebagai Master of Ceremony (MC). Materi mengenai ROM disampaikan oleh Khairun Nisa’ Anabila, sedangkan Savira Ratnadewati Nirwasita memberikan demonstrasi gerakan ROM sekaligus menjelaskan gerakan yang diperagakan kepada peserta. Kegiatan menggunakan metode penyuluhan dan demonstrasi sehingga peserta dapat memperoleh penjelasan sekaligus melihat secara langsung contoh gerakan ROM.
Dalam penyuluhan tersebut dijelaskan bahwa Range of Motion (ROM) merupakan aktivitas gerakan sendi secara aktif maupun pasif yang bertujuan mempertahankan atau meningkatkan kemampuan sendi agar dapat bergerak secara normal dan baik. Latihan ROM juga dapat membantu meningkatkan kekuatan otot. Materi yang disampaikan mencakup ROM aktif, yaitu gerakan yang dilakukan secara mandiri, dan ROM pasif yang dilakukan dengan bantuan.
Selain menjelaskan pengertian dan jenis ROM, pemateri juga menyampaikan berbagai manfaat latihan ROM, diantaranya membantu meningkatkan kebugaran tubuh, menjaga kondisi tubuh tetap segar dan bugar, mengurangi rasa kaku pada otot, meningkatkan sirkulasi darah, serta membantu mengurangi stres. Latihan ROM juga dapat dilakukan oleh orang yang mengalami tirah baring lama, kekakuan sendi, maupun orang yang ingin menjaga keseimbangan dan mobilitas.
Melalui demonstrasi yang diberikan, Savira Ratnadewati Nirwasita memperagakan gerakan ROM sekaligus memberikan penjelasan kepada peserta mengenai gerakan yang dilakukan. Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan yang mudah dipahami agar keluarga pasien memperoleh gambaran mengenai latihan gerak sendi yang dapat mendukung pemeliharaan mobilitas pasien.Materi juga menekankan pentingnya memperhatikan kondisi pasien sebelum melakukan latihan ROM. Latihan sebaiknya tidak dilakukan ketika seseorang mengalami nyeri hebat atau cedera baru, pusing, sesak napas, sangat lemas, nyeri dada atau jantung berdebar, maupun pada kondisi praoperasi di daerah pinggul.
Kegiatan edukasi ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga dalam meningkatkan literasi kesehatan keluarga pasien. Pemberian edukasi mengenai ROM turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3: Good Health and Well-Being, melalui upaya promotif dan edukatif untuk mendukung kesehatan serta kesejahteraan pasien. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan SDGs 4: Quality Education melalui pemberian pendidikan kesehatan kepada keluarga agar memiliki pengetahuan yang lebih baik dalam mendukung perawatan pasien.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap edukasi mengenai ROM dapat memberikan manfaat bagi keluarga pasien dalam memahami pentingnya mobilitas dan latihan gerak sendi yang aman. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud peran mahasiswa keperawatan dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di bidang kesehatan dan pendidikan.
Penulis: Ema Hesti Fatma





