
NERS NEWS – Surabaya – Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup kelompok lanjut usia (lansia), sejumlah mahasiswa Program Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (FKp Unair) menyelenggarakan penyuluhan kesehatan di Ruang IRNA 3 Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA), Kamis (16/4). Kegiatan ini berfokus pada pengenalan penyakit osteoporosis dan langkah-langkah praktis dalam mencegah kejadian jatuh yang sering terjadi pada lansia.
Osteoporosis, yang sering dijuluki sebagai “silent disease,” menjadi perhatian utama karena gejalanya yang sering kali tidak terlihat hingga terjadi patah tulang. Berdasarkan pemaparan tim mahasiswa Kelompok 7 Angkatan B27, kondisi ini disebabkan oleh penurunan kepadatan tulang seiring bertambahnya usia. Tanpa penanganan yang tepat, pengeroposan tulang dapat menyebabkan perubahan postur tubuh menjadi bungkuk, penurunan tinggi badan, hingga kecacatan permanen akibat cedera ringan.
“Banyak yang menganggap osteoporosis hanya masalah orang tua, padahal pencegahannya harus dimulai sejak dini melalui pola makan sehat dan gaya hidup aktif,” ujar tim penyaji di hadapan keluarga pasien yang memenuhi ruang IRNA 3.
Selain membahas kesehatan tulang, edukasi ini juga menyoroti tingginya risiko jatuh pada lansia yang dipicu oleh penurunan fungsi penglihatan dan keseimbangan. Mahasiswa memberikan tips konkret mengenai modifikasi lingkungan rumah, seperti memastikan penerangan yang cukup, memasang pegangan di kamar mandi, serta menghindari penggunaan karpet yang licin untuk meminimalkan risiko kecelakaan di rumah.
Ilma Amalia, selaku moderator kegiatan, menjelaskan bahwa antusiasme peserta cukup tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya anggota keluarga yang bertanya mengenai jenis olahraga yang aman bagi penderita osteoporosis serta jenis makanan selain susu yang kaya akan kalsium.
Kegiatan yang berlangsung selama satu jam ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan pembagian leaflet edukatif. Melalui langkah preventif ini, diharapkan keluarga pasien dapat lebih waspada dalam menjaga kesehatan tulang anggota keluarga mereka yang lansia serta mampu menciptakan lingkungan rumah yang lebih aman demi mencegah risiko patah tulang yang fatal.
Penulis: Fadhilatur Rahma Annurriza
Editor: Nandyta Putri Rahmadhani (Airlangga Nursing Journalist)





