
NERS NEWS – Suasana UPTD Griya Werdha pada Kamis, 9 April 2026 pukul 14.30–16.00 WIB tampak lebih hangat dan penuh keceriaan dengan adanya kegiatan terapi aktivitas kelompok berupa meronce. Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik klinik mahasiswa stase keperawatan yang bertujuan melatih kesabaran, meningkatkan konsentrasi, serta mempertahankan kemampuan motorik halus pada lansia.
Terapi aktivitas meronce ini mengangkat konsep stimulasi kognitif melalui kegiatan sederhana namun bermakna. Dalam kegiatan ini, para lansia diajak untuk menyusun manik-manik menjadi gelang atau hiasan sederhana. Aktivitas ini tidak hanya melatih ketelitian dan kesabaran, tetapi juga memberikan rasa senang dan kepuasan tersendiri setelah melihat hasil karya yang telah dibuat.
Dalam sesi inti, mahasiswa terlebih dahulu menjelaskan tujuan dan manfaat kegiatan meronce bagi lansia, seperti membantu mengurangi rasa bosan, meningkatkan fokus, serta menjaga koordinasi tangan dan mata. Selanjutnya, peserta dibimbing secara perlahan dalam proses meronce, mulai dari memilih warna, memasukkan benang ke dalam manik-manik, hingga menyusun pola sesuai kreativitas masing-masing.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap, dimulai dari tahap orientasi untuk membangun kedekatan dan rasa nyaman dengan peserta, dilanjutkan dengan demonstrasi cara meronce, hingga tahap evaluasi melalui observasi hasil karya dan interaksi selama kegiatan berlangsung. Dalam kegiatan ini, mahasiswa berperan sebagai fasilitator dengan memberikan pendampingan secara langsung, serta didampingi oleh pembimbing klinik Ruci Navy Australian I, S.Kep., Ns. yang memberikan arahan dan dukungan selama kegiatan.
Selama kegiatan berlangsung, para lansia tampak antusias dan menikmati setiap proses yang dilakukan. Salah satu peserta menyampaikan, “Saya senang sekali ikut kegiatan ini, jadi tidak bosan dan bisa melatih kesabaran serta membuat saya lebih fokus.”
Melalui kegiatan ini, diharapkan para lansia dapat mempertahankan fungsi kognitif dan motorik secara optimal serta meningkatkan kualitas hidup melalui aktivitas yang menyenangkan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan memberikan terapi aktivitas yang bersifat promotif dan rehabilitatif di lingkungan pelayanan kesehatan.
Penulis: Refi Marshanda
Editor: Nandyta Putri Rahmadhani (Airlangga Nursing Journalist)





