
Foto: Arsip PMI
NERS NEWS — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya menyelenggarakan program Responsi 24 Jam Ambulans sebagai wujud nyata pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat. Program ini beroperasi setiap hari tanpa henti, bersiaga di Markas PMI Kota Surabaya dengan melibatkan 12-13 personel per hari yang terbagi dalam tiga shift, guna memastikan respons cepat terhadap setiap panggilan darurat medis dari Command Center 112.
Mahasiswa keperawatan, yakni Adinda Putri dan Arnisa Miftachul Rizki, mahasiswa reguler 2023, telah turut terjun dalam misi kemanusiaan sejak Juli 2024 hingga sekarang. Selama kegiatan, mahasiswa dibersamai dengan personel PMI Kota Surabaya dalam menjalankan siaga ambulans 24 jam yang terbagi dalam tiga shift harian. Tugas yang dilakukan meliputi pengecekan kelengkapan alat pertolongan pertama dan ambulans, pemantauan panggilan dari Command Center 112, serta penanganan langsung korban kecelakaan lalu lintas, kebakaran, evakuasi jenazah, dan kasus kegawatdaruratan medis lainnya di berbagai titik wilayah Kota Surabaya.
Keikutsertaan ini menjadi bentuk nyata dalam pengembangan kapasitas mahasiswa, khususnya dalam bidang kesehatan karena dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa dituntut untuk mengambil keputusan cepat dan tepat, dibuktikan dengan pemilihan rumah sakit rujukan. Selain itu, mahasiswa juga dilatih untuk cepat dan tanggap dalam hal penanganan pasien gawat darurat. Tidak hanya itu, kegiatan ini membawa mahasiswa untuk terus berlatih secara langsung dalam komunikasi terapeutik dan multidisiplin. Kegiatan ini berkolaborasi dari banyaknya unsur masyarakat, yakni BPBD, POL PP, polisi, TGC Surabaya, pihak rumah sakit, serta pada beberapa kejadian khusus juga memerlukan INAVIS dan DPKP.
Sebagai seorang mahasiswa, penting baginya untuk mendukung SDGs yang ada, kegiatan ini selaras dengan SDG 3 (Good Health and Well-Being), yaitu mendukung akses layanan kesehatan darurat yang merata dan gratis bagi seluruh lapisan masyarakat, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara institusi pendidikan, PMI, sektor masyarakat, dan pemerintah kota dalam pelayanan kemanusiaan.
Penulis: Arnisa Miftachul Rizki
Editor: Nandyta Putri Rahmadhani (Airlangga Nursing Journalist)





