Dukung Perawatan Pasien, Mahasiswa Ners UNAIR Kenalkan Teknik Fisioterapi Dada kepada Keluarga Pasien ICU Neuro RSUD Dr. Soetomo

NERS NEWS— Mahasiswa Kelompok 2 S2 Program Pendidikan Profesi Ners Angkatan 48 Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan mengenai fisioterapi dada bagi keluarga pasien di ruang tunggu ICU Neuro RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung pada pukul 10.30–11.00 WIB dengan mengangkat tema “Fisioterapi Dada untuk Membantu Menjaga Kebersihan Jalan Napas dan Meningkatkan Fungsi Pernapasan.”

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman keluarga mengenai fisioterapi dada dan penerapannya secara tepat dalam mendukung perawatan pasien. Pelaksanaan kegiatan mendapat arahan dari Erna Dwi Wahyuni, S.Kep., Ns., M.Kep. selaku pembimbing akademik dan Septi Kurniasih, S.Kep., Ns. selaku pembimbing klinik.

Tim membuka kegiatan dengan salam, perkenalan, penyampaian tujuan, serta penjelasan mengenai materi yang akan diberikan. Vera Niken Wulandari memandu jalannya kegiatan sejak pembukaan hingga penyampaian materi. Tim kemudian menyampaikan materi melalui metode ceramah dan demonstrasi dengan menggunakan leaflet dan PowerPoint (PPT) sebagai media pendukung.

Materi disampaikan oleh Mohammad Ferdy Arrosyd dan Elya Arundati. Mereka menjelaskan pengertian dan tujuan fisioterapi dada serta beberapa teknik yang dapat digunakan, seperti perkusi atau clapping, vibrasi, postural drainage, dan batuk efektif. Tim juga melakukan demonstrasi untuk membantu keluarga memahami teknik dan posisi yang tepat dalam pelaksanaan fisioterapi dada.

Penyuluhan tidak hanya membahas manfaat dan teknik fisioterapi dada, tetapi juga menekankan aspek keamanan dalam pelaksanaannya. Tim menjelaskan bahwa fisioterapi dada perlu disesuaikan dengan kondisi pasien dan dilakukan berdasarkan arahan tenaga kesehatan. Keluarga juga diberikan pemahaman untuk segera menghentikan tindakan dan melaporkan kepada tenaga kesehatan apabila pasien mengalami sesak, nyeri dada, penurunan kesadaran, perdarahan, atau perubahan kondisi secara tiba-tiba.

Selama penyuluhan berlangsung, Lintang Prameswari membantu mengamati jalannya kegiatan sekaligus mendampingi peserta selama proses edukasi. Lintang juga mencatat jalannya diskusi dan membantu memastikan peserta dapat mengikuti materi dengan baik. Sementara itu, Nanda Durroti El Jaudah membantu mengatur waktu kegiatan, mendampingi peserta, serta mendokumentasikan rangkaian penyuluhan.

Keluarga pasien mengikuti kegiatan dengan antusias dan memberikan respons positif selama penyuluhan. Peserta mendapatkan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai materi yang telah disampaikan. Tim kemudian melakukan evaluasi untuk mengetahui pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa keluarga mampu memahami dan mempraktikkan fisioterapi dada dengan tepat.

Kegiatan edukasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Edukasi mengenai fisioterapi dada mendukung SDG 3: Good Health and Well-being melalui peningkatan pengetahuan keluarga mengenai kesehatan pernapasan serta keterlibatan mereka dalam mendukung perawatan pasien. Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 4: Quality Education karena mahasiswa memberikan pendidikan kesehatan yang aplikatif melalui penyampaian materi, demonstrasi, dan diskusi.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa turut mendorong keluarga untuk lebih memahami perannya dalam proses perawatan pasien. Edukasi yang diberikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi keluarga untuk mendukung kebersihan jalan napas dan fungsi pernapasan pasien secara aman sesuai dengan arahan tenaga kesehatan.

Penulis: Kelompok 2 S2 Stase Keperawatan Kritis, Gadar, dan Bencana Program Pendidikan Profesi Ners Angkatan 48 Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga