Edukasi Pencegahan Infeksi pada Luka Operasi Kepada Pasien Post Operasi dan Keluarga

NERS NEWS — Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Kelompok 2 Angkatan 49 menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan mengenai “Pencegahan Infeksi pada Luka Operasi” bagi pasien dan keluarga di Poli Bedah A Rumah Sakit Universitas Airlangga pada Kamis, 3 September 2026 pukul 09.00–10.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pasien Post Operasi dan keluarga mengenai tanda-tanda infeksi, faktor yang memengaruhi proses penyembuhan luka, serta langkah-langkah pencegahan infeksi selama proses perawatan.

Kegiatan penyuluhan Kesehatan ini dilaksanakan melalui metode ceramah dengan menggunakan media poster dan leaflet, kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Materi yang disampaikan meliputi pengertian luka operasi, proses penyembuhan luka, dampak infeksi terhadap penyembuhan luka, tanda-tanda infeksi, faktor yang memengaruhi terjadinya infeksi, tindakan yang tepat apabila ditemukan tanda-tanda infeksi, penyebab infeksi, serta cara mencegah infeksi pada luka operasi. Penyampaian materi dilakukan secara sistematis agar pasien dan keluarga memperoleh pemahaman yang memadai mengenai perawatan luka dan pencegahan infeksi.

Materi penyuluhan disampaikan langsung oleh dua pemateri yang merupakan perwakilan Kelompok 2 Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Angkatan 49 kepada pasien dan keluarga. Kegiatan berlangsung secara komunikatif melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Pasien dan keluarga diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan mengenai cara mencegah infeksi, tanda-tanda infeksi, serta tindakan yang perlu dilakukan apabila ditemukan perubahan pada luka operasi.

Salah satu materi yang disampaikan adalah pengenalan tanda-tanda infeksi menggunakan konsep “BENGKAK”, yang meliputi Bengkak, Eritema atau kemerahan, Nyeri yang bertambah, Getah atau nanah yang keluar, Kulit terasa hangat, Aroma tidak sedap, serta Kondisi badan demam. Konsep tersebut digunakan untuk membantu pasien dan keluarga mengenali perubahan pada kondisi luka dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya infeksi.

Selain tanda-tanda infeksi, pasien dan keluarga diberikan pemahaman mengenai faktor yang memengaruhi infeksi melalui konsep “SEHAT”, yaitu Status gizi, Eksisting disease atau penyakit penyerta, Higiene, Aktivitas, dan Teknik perawatan yang benar. Upaya pencegahan infeksi kemudian diperkuat melalui prinsip “AMAN”, yaitu Atur Kebersihan, Makan Protein, Amati Luka, dan No Sentuh. Prinsip tersebut menjadi langkah sederhana yang dapat diterapkan selama perawatan luka sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga agar mampu mengenali tanda-tanda infeksi, memahami faktor yang dapat memengaruhi penyembuhan luka, serta menerapkan langkah-langkah pencegahan infeksi secara tepat. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan pasien dan keluarga dalam proses perawatan serta membantu mencegah terjadinya komplikasi akibat infeksi pada luka operasi. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3: Good Health and Well-Being, melalui peningkatan literasi kesehatan dan upaya pencegahan infeksi, serta SDGs 4: Quality Education melalui pemberian pendidikan kesehatan yang informatif dan aplikatif. Selama kegiatan berlangsung, pasien dan keluarga menunjukkan antusiasme serta keterlibatan aktif dalam mengikuti penyuluhan. Sesi tanya jawab berlangsung secara interaktif dengan adanya pertanyaan mengenai pencegahan infeksi dan perawatan luka.

Kegiatan edukasi pencegahan infeksi pada luka operasi diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga mengenai pentingnya perawatan luka yang tepat serta pengenalan tanda-tanda infeksi sejak dini. Penerapan konsep BENGKAK, SEHAT, dan AMAN diharapkan menjadi pengingat sederhana bagi pasien dan keluarga dalam menjaga kebersihan, mengamati kondisi luka, memenuhi kebutuhan nutrisi, serta melakukan perawatan sesuai anjuran tenaga kesehatan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga turut berkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat dan mendukung pencapaian SDGs di bidang kesehatan dan pendidikan.

Penulis: Devi Enjelika Mudumi