FGD ( FOCUS GROUP DISCUSSION ) RW 2 Kalijudan Surabaya : Merumuskan Solusi, Membangun Kesehatan Komunitas  Bersama

NERS NEWS — Surabaya, 18 Februari 2026 — Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) ini dilaksanakan dengan melibatkan perwakilan ibu-ibu KSH ( Kader Surabaya Hebat ) RT 1, 2, 3, 4 RW 2 Kalijudan, Kec. Mulyorejo, Kota Surabaya sebagai peserta aktif. FGD bertujuan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan pada kelompok rentan di masyarakat, sekaligus menyusun intervensi keperawatan yang dapat dilakukan bersama, baik dalam bentuk edukasi maupun demonstrasi. Program ini diperkenalkan dalam kegiatan Program Profesi Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga pada Rabu, 18 Februari 2026.

Diskusi dilakukan berdasarkan kelompok sasaran, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, balita, anak usia sekolah, remaja, usia produktif, lansia, serta lingkungan di RW 02 Kalijudan. Setiap kelompok memiliki pokja yang difokuskan sebagai upaya intervensi untuk mengatasi permasalahan kesehatan yang ada di wilayah tersebut. Secara umum kondisi ibu hamil cukup baik, namun masih ditemukan ibu yang tidak rutin melakukan ANC dan tidak teratur mengkonsumsi tablet Fe sehingga kepatuhan pemeriksaan dan pencegahan anemia perlu ditingkatkan. Pada balita, masih terdapat risiko gizi kurang serta cakupan ASI eksklusif dan imunisasi dasar yang belum optimal. Pada anak usia sekolah, masalah utama yang muncul adalah kesehatan gigi seperti karies dan gigi berlubang. Remaja sebagian besar menghadapi masalah kecemasan terhadap masa depan yang ditandai dengan overthinking, stres, dan gangguan tidur. Sementara itu, pada kelompok usia produktif dan lansia, permasalahan utama adalah tingginya penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus. Selain itu, pada usia produktif masih ditemukan kebiasaan merokok di dalam rumah, kurangnya aktivitas fisik, serta rendahnya penggunaan KB pada pasangan usia subur. Secara keseluruhan, diperlukan upaya promotif dan preventif yang lebih terarah dan berkelanjutan pada setiap kelompok sasaran.

Berdasarkan hasil pengkajian dan masukan dari KSH setempat, intervensi disusun sesuai data dan kebutuhan yang dirasakan masyarakat. Program yang akan dilakukan meliputi edukasi di setiap RT sesuai materi tiap pokja, edukasi door to door pada usaha milik warga, serta pemeriksaan kesehatan bagi lansia dan usia produktif. Selain itu, kelompok akan berinovasi melalui pembuatan website sederhana untuk memantau kepatuhan minum obat. Mahasiswa profesi ners juga akan memberikan demonstrasi sebagai upaya pencegahan dan penanganan masalah kesehatan di RW 02. Seluruh kegiatan dilaksanakan melalui kolaborasi antara mahasiswa, puskesmas, dan Kader Surabaya Hebat (KSH) guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Penulis : Kelompok RW 02 Kalijudan – Profesi Ners A2021

Editor: Nasya Puspita A (Airlangga Nursing Journalist)