Ners Muda Unair Dorong Keselamatan Kerja dan Kebersihan Tangan bagi Pelaku Usaha di RW 07 Dukuh Sutorejo

NERS NEWS — Surabaya, 11 September 2026 – Ners Muda Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Kelompok 1, 2, dan 3 Keperawatan Keluarga dan Komunitas Puskesmas Kalijudan melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan bertema “Kerja Aman Tangan Bersih: Edukasi Penanganan Kecelakaan Kerja dan Pentingnya Cuci Tangan” kepada para pelaku usaha di RW 07 Kelurahan Dukuh Sutorejo, Surabaya. Kegiatan yang dilaksanakan di Balai RW 07 ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam menjaga kesehatan dan keselamatan selama menjalankan aktivitas kerja. Kegiatan tersebut menyasar pelaku usaha seperti UMKM, pedagang, laundry, wiraswasta, dan berbagai jenis pekerjaan lainnya.

Kesehatan dan keselamatan kerja pada sektor informal menjadi hal yang penting untuk diperhatikan mengingat pelaku usaha masih memiliki risiko mengalami berbagai kecelakaan maupun gangguan kesehatan selama bekerja. Berdasarkan latar belakang kegiatan, kecelakaan kerja dapat menimbulkan cedera sekaligus berdampak pada produktivitas dan keberlangsungan usaha. Selain itu, kebiasaan menjaga kebersihan tangan juga menjadi bagian penting dalam mencegah kontaminasi dan penularan penyakit, khususnya bagi pelaku usaha yang berkaitan dengan pengolahan dan penyajian makanan. Oleh karena itu, edukasi mengenai penanganan kecelakaan kerja ringan, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta praktik cuci tangan yang benar menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung kesehatan pelaku usaha.

Kegiatan edukasi dilaksanakan melalui beberapa metode, yaitu ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik bersama. Materi yang diberikan mencakup pengertian dan jenis kecelakaan kerja ringan, langkah-langkah dasar Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), cara penanganan serta pembalutan luka sederhana, pentingnya kebersihan tangan dalam mencegah kontaminasi dan penyakit, serta tata cara mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun sesuai enam langkah WHO. Selain penyampaian materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung gerakan yang telah diajarkan sehingga informasi yang diperoleh dapat lebih mudah diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pemeriksaan kesehatan, pembukaan, dan pre-test. Selanjutnya, peserta mengikuti penyampaian materi yang dilanjutkan dengan diskusi, tanya jawab, serta praktik bersama. Berdasarkan evaluasi proses, peserta menunjukkan antusiasme yang cukup baik selama kegiatan berlangsung. Hal tersebut terlihat dari perhatian peserta ketika materi disampaikan, keterlibatan dalam praktik, serta keaktifan peserta dalam menyampaikan pertanyaan dan pengalaman yang berkaitan dengan kondisi selama bekerja. Peserta juga memperoleh kesempatan untuk mendapatkan penjelasan mengenai posisi kerja yang baik serta gerakan peregangan sederhana yang dapat dilakukan di sela-sela aktivitas usaha untuk membantu menjaga kesehatan dan produktivitas.

Sebanyak 13 peserta mengikuti dan menyelesaikan pre-test serta post-test sebagai bagian dari evaluasi kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata nilai pre-test peserta sebesar 62,3%, sedangkan rata-rata nilai post-test meningkat menjadi 92,3%. Dengan demikian, terdapat peningkatan rata-rata nilai sebesar 39,3 poin setelah peserta memperoleh edukasi. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan selama kegiatan.

Kegiatan ini juga menghadapi beberapa kendala, terutama keterbatasan waktu dan jumlah peserta yang dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara langsung. Sebagian pengunjung memiliki aktivitas usaha yang harus dijalankan sehingga tidak seluruh sasaran dapat mengikuti edukasi hingga selesai. Sebagai upaya agar informasi kesehatan tetap dapat menjangkau sasaran yang lebih luas, tim membagikan leaflet yang berisi informasi mengenai upaya menjaga kesehatan dan produktivitas pelaku usaha serta gerakan peregangan sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri di sela-sela aktivitas kerja.

Melalui kegiatan edukasi ini, Ners Muda Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga berharap para pelaku usaha dapat meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja serta mampu menerapkan langkah-langkah sederhana untuk menjaga kesehatan selama bekerja. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya perilaku kerja yang lebih aman, meningkatkan keterampilan dalam menghadapi kecelakaan kerja ringan, serta membiasakan praktik kebersihan tangan yang benar. Upaya tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being) serta SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth).

Penulis: Nur Asa Malinda