FKp Unair Ikuti International Continuous Nursing Education (ICNE) 3/2026, Perkuat Wawasan dan Kolaborasi Internasional di Bidang Keperawatan

NERS NEWS — Rabu, 1 Juli 2026 — Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ilmu keperawatan melalui partisipasi dalam International Continuous Nursing Education (ICNE) 3/2026 yang diselenggarakan pada Rabu, 1 Juli 2026 di Auditorium HUMS. Kegiatan ilmiah internasional ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi keperawatan untuk berbagi pengetahuan serta memperluas wawasan mengenai inovasi dan hasil penelitian terkini dalam praktik keperawatan.

Acara diawali dengan registrasi peserta dan dilanjutkan dengan sambutan pembuka oleh Head of Department of Nursing, Ms. Sharinah Abd Kassim. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme sejak awal, mencerminkan tingginya minat peserta terhadap berbagai topik yang akan dibahas sepanjang kegiatan. ICNE 3/2026 menghadirkan empat sesi ilmiah yang mengangkat isu-isu aktual dalam keperawatan, mulai dari pemanfaatan teknologi digital, keselamatan pasien lanjut usia, manajemen penyakit kronis, hingga promosi kesehatan berbasis intervensi keperawatan.

Sesi pertama menghadirkan Dr. Ika Yuni Widyawati yang membawakan materi berjudul “Digital Application as Information Service in Nutrition, Fluid, Physical Activity, Vascular Access, and Stress Management for Haemodialysis Patient“. Dalam paparannya, dijelaskan bagaimana perkembangan teknologi digital dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi kesehatan yang komprehensif bagi pasien hemodialisis. Aplikasi digital mampu memberikan informasi mengenai pengelolaan nutrisi, keseimbangan cairan, aktivitas fisik, perawatan akses vaskular, hingga strategi manajemen stres sehingga dapat meningkatkan kemampuan pasien dalam melakukan perawatan mandiri secara berkelanjutan. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan menjadi salah satu inovasi pelayanan keperawatan yang mampu meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit ginjal kronis.

Memasuki sesi kedua, Dr. Elida Ulfiana menyampaikan materi bertajuk “Safe Mobility Promotion for Older Adults in Hospital Settings“. Pada sesi ini dibahas pentingnya penerapan mobilisasi yang aman bagi pasien lanjut usia selama menjalani perawatan di rumah sakit. Mobilitas yang terjaga terbukti mampu mempertahankan fungsi fisik lansia, mengurangi risiko jatuh, mencegah penurunan kemampuan fungsional, serta mempercepat proses pemulihan pasien. Oleh karena itu, perawat memiliki peran penting dalam melakukan asesmen, memberikan edukasi, serta mendampingi pasien agar mobilisasi dapat dilakukan secara aman dan sesuai dengan kondisi klinis masing-masing individu.

Setelah sesi tea break, kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari Prof. Dr. Tintin Sukartini mengenai “Determinants of Self-Care Management Ability Among Patients with Pulmonary Tuberculosis with Diabetes Mellitus Comorbidity”. Materi ini mengulas berbagai faktor yang memengaruhi kemampuan self-care pada pasien tuberkulosis dengan komorbid diabetes melitus. Dijelaskan bahwa keberhasilan pengelolaan penyakit kronis tidak hanya dipengaruhi oleh terapi medis, tetapi juga oleh tingkat pengetahuan pasien, motivasi, dukungan keluarga, serta akses terhadap pelayanan kesehatan. Penguatan kemampuan self-care menjadi salah satu komponen penting dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan sekaligus mencegah terjadinya komplikasi pada pasien dengan penyakit kronis.

Sesi terakhir disampaikan oleh Dr. Rista Fauziningtyas dengan topik “Nurse-led Mind-Body Exercise to Maintain Physical Aspect for Older Adult”. Melalui materi ini, peserta diperkenalkan pada pendekatan latihan tubuh dan pikiran (mind-body exercise) yang dipimpin oleh perawat sebagai salah satu bentuk intervensi promotif dan preventif bagi lansia. Intervensi tersebut tidak hanya berkontribusi dalam mempertahankan kebugaran fisik, tetapi juga membantu meningkatkan keseimbangan, fleksibilitas, koordinasi, serta kualitas hidup lansia secara menyeluruh. Hal ini menunjukkan bahwa perawat memiliki kontribusi yang besar dalam mengembangkan program kesehatan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan pasien sepanjang siklus kehidupan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan diajukan peserta terkait implementasi hasil penelitian, penerapan inovasi pelayanan keperawatan di fasilitas kesehatan, hingga tantangan dalam mengembangkan praktik keperawatan berbasis bukti (evidence-based nursing practice). Antusiasme peserta selama sesi diskusi menunjukkan tingginya semangat untuk terus mengembangkan kompetensi profesional melalui kolaborasi akademik dan pertukaran pengalaman bersama para narasumber. Kegiatan diakhiri dengan penyampaian rangkuman materi, penyerahan sertifikat dan token penghargaan kepada para pembicara, sesi dokumentasi bersama, serta penutupan acara.

Keikutsertaan Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga dalam International Continuous Nursing Education (ICNE) 3/2026 diharapkan semakin memperluas wawasan sivitas akademika terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, hasil riset, dan inovasi terkini dalam praktik keperawatan berbasis bukti. Selain menjadi sarana penguatan kompetensi profesional, partisipasi ini juga mempererat jejaring kolaborasi internasional antara institusi pendidikan, peneliti, dan tenaga kesehatan dalam mendukung pengembangan keilmuan keperawatan. Kegiatan ini selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan pendidikan keperawatan berkelanjutan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi internasional yang mendorong pertukaran pengetahuan, riset, dan inovasi di bidang kesehatan.

Penulis: Yuliana Rahmah