Inovatif! Mahasiswa Ners Unair Terapkan “Scenario Card Challenge” untuk Melatih Perilaku Asertif Pasien ODGJ di RS Prof. Dr. Moeljono

NERS NEWS — Sebagai upaya nyata dalam meningkatkan kualitas rehabilitasi pasien gangguan jiwa, mahasiswa Praktik Profesi Pendidikan Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (Unair) menggelar Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Stimulasi Persepsi yang inovatif. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Jatayu Rumah Sakit Prof. Dr. Moeljono, Surabaya.  Mengangkat metode baru bertajuk “Scenario Card Challenge,” terapi ini menyasar 10 pasien dengan diagnosis keperawatan Risiko Perilaku Kekerasan (RPK).  

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi rumah tangga dengan anggota yang mengidap skizofrenia/psikosis mencapai 4,0%. Pasien dengan kondisi ini rentan mengalami kesulitan mengendalikan emosi dan rentan melakukan tindakan agresif fisik maupun verbal jika tidak mendapatkan penanganan komprehensif. Selama ini, pelaksanaan TAK sering kali didominasi oleh metode ceramah satu arah yang membuat pasien cepat bosan. Menjawab tantangan tersebut, Endah Nabila Sutrisno Putri, selaku Leader (Pemimpin Kegiatan) kelompok, menginisiasi penggunaan Scenario Card Challenge.  

“Melalui media kartu skenario ini, pasien tidak hanya mendengarkan teori, tetapi diajak langsung menyimulasikan konflik sehari-hari melalui role play. Tujuannya agar mereka bisa mengekspresikan kemarahan secara jujur dan tegas, namun tetap menghargai orang lain atau yang disebut dengan perilaku asertif,” ujar Endah di sela sela kegiatan.

Terapi yang berlangsung interaktif ini dibagi menjadi dua tingkatan (level) tantangan:

Level 1 (Identifikasi Respons): Pasien membaca kartu situasi pemicu konflik, mengenali emosi yang muncul, dan belajar membedakan mana respons yang agresif, pasif, dan asertif.  

Level 2 (Role Play Kompleks): Pasien mendapatkan skenario kasus yang lebih kompleks lalu mempraktikkan langsung komunikasi asertif di depan anggota kelompok lainnya.  

Keberhasilan agenda ini tidak lepas dari kerja sama solid Kelompok Jatayu 1 yang beranggotakan Nur Asa Malinda, Rista Zulfidha Rindi, Fianita Fitri Sa’idah, Syah Reza Alfiana Nuro Aini, dan Aprilia Anggi Puspita. Jalannya terapi dipandu secara ketat dan profesional di bawah bimbingan akademik Rr. Dian Tristiani, S.Kep., Ns., M.Kep. serta bimbingan klinik Abdul Salam, S.Kep., Ns..  

Pihak Rumah Sakit Prof. Dr. Moeljono Surabaya menyambut positif inovasi ini. Terapi ini diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan di Ruang Jatayu untuk menurunkan angka insiden perilaku kekerasan serta mempercepat proses pemulihan sosial pasien sebelum kembali ke masyarakat.

Editor : Eva Khoirunnisa Adinta (Airlangga Nursing Journalist)