
NERS NEWS — Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran keluarga pasien terhadap Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di lingkungan perawatan intensif. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kelompok 5 Stase Keperawatan Gawat Darurat, Kritis, dan Bencana ini berlangsung pada Jumat, 28 Agustus 2026 di Ruang Tunggu Perawatan Intensif dengan sasaran keluarga dan penunggu pasien.
Kegiatan edukasi ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya pencegahan infeksi selama berada di lingkungan ICU. Pasien yang menjalani perawatan intensif memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap infeksi karena berada dalam kondisi kritis, mengalami penurunan daya tahan tubuh, serta sering menggunakan berbagai alat medis invasif yang dapat menjadi jalan masuk mikroorganisme. Oleh karena itu, keterlibatan keluarga dan pengunjung dalam menerapkan perilaku pencegahan infeksi menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keamanan pasien.
Materi yang disampaikan mencakup pengertian infeksi, cara penularan kuman di rumah sakit, pentingnya kebersihan tangan, enam langkah cuci tangan, lima momen kebersihan tangan, etika batuk dan bersin, serta aturan kunjungan di ruang ICU. Peserta diberikan pemahaman bahwa infeksi dapat menyebar melalui kontak langsung, kontak tidak langsung melalui benda yang terkontaminasi, maupun melalui droplet atau udara saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara.
Pelaksanaan PKRS dilakukan secara interaktif melalui ceramah, diskusi, dan demonstrasi praktik kebersihan tangan. Pemateri mendemonstrasikan enam langkah cuci tangan yang benar, kemudian peserta diberikan kesempatan untuk mengikuti dan mempraktikkannya secara langsung. Selain itu, peserta juga diajak memahami lima momen penting untuk melakukan kebersihan tangan, termasuk sebelum dan sesudah kontak dengan pasien serta setelah menyentuh lingkungan di sekitar pasien.
Edukasi turut membahas penerapan etika batuk dan bersin untuk mengurangi risiko penyebaran droplet di lingkungan rumah sakit. Peserta diingatkan untuk menggunakan masker, menutup hidung dan mulut menggunakan tisu atau bagian dalam lengan ketika batuk dan bersin, membuang tisu setelah digunakan, serta melakukan kebersihan tangan. Pemahaman mengenai tindakan sederhana tersebut diharapkan dapat membantu keluarga ikut menjaga lingkungan perawatan tetap aman.

Selain perilaku individu, kepatuhan terhadap aturan kunjungan ICU juga menjadi bagian dari edukasi. Keluarga diberikan informasi mengenai pembatasan waktu dan jumlah pengunjung, penggunaan masker atau APD sesuai ketentuan, larangan berkunjung ketika sedang sakit, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan ICU. Aturan tersebut diperlukan untuk meminimalkan paparan mikroorganisme dari luar dan membantu memutus rantai penularan infeksi.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti penyuluhan dan terlibat dalam sesi diskusi serta evaluasi. Pemateri memberikan beberapa pertanyaan untuk mengetahui pemahaman peserta, di antaranya mengenai alasan pasien ICU lebih rentan terhadap infeksi, waktu yang tepat untuk melakukan kebersihan tangan, serta cara menerapkan etika batuk dan bersin. Peserta juga diminta memperagakan kembali langkah kebersihan tangan sebagai bagian dari evaluasi keterampilan.
Kegiatan PKRS didukung oleh poster dan leaflet edukasi yang berisi informasi mengenai cara penyebaran infeksi, dampak infeksi pada pasien ICU, enam langkah cuci tangan, lima momen kebersihan tangan, etika batuk dan bersin, serta aturan kunjungan ICU. Penggunaan media tersebut diharapkan dapat membantu peserta mengingat kembali materi yang telah disampaikan dan menerapkannya ketika mendampingi pasien.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Profesi Ners turut mendorong keterlibatan keluarga dalam upaya Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di ruang ICU. Penerapan kebersihan tangan, etika batuk dan bersin, serta kepatuhan terhadap aturan kunjungan merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan keluarga untuk membantu melindungi pasien, diri sendiri, maupun lingkungan sekitar dari risiko penularan infeksi.
Kegiatan PKRS ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3: Good Health and Well-Being melalui peningkatan kesadaran keluarga mengenai pencegahan infeksi dan keselamatan pasien, SDGs 4: Quality Education melalui pemberian edukasi kesehatan yang dapat dipahami dan dipraktikkan secara langsung, serta SDGs 17: Partnerships for the Goals melalui keterlibatan mahasiswa, tenaga kesehatan, dan keluarga dalam mendukung lingkungan perawatan yang aman.
Secara keseluruhan, kegiatan edukasi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di ruang ICU menjadi salah satu upaya mahasiswa untuk memperkuat peran keluarga dalam menjaga keselamatan selama proses perawatan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi dapat diterapkan melalui kebiasaan menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, serta mematuhi ketentuan kunjungan selama berada di lingkungan rumah sakit.
Penulis: Kelompok 5 Stase Keperawatan Gawat Darurat, Kritis, dan Bencana Gelombang 2





