
NERS NEWS — Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan penyuluhan kesehatan tentang Teknik Menyusui yang Efektif kepada orang tua bayi di Ruang Tunggu Perina Rumah Sakit Universitas Airlangga pada Jumat, 29 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua, khususnya ibu, dalam menerapkan teknik menyusui yang benar guna mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
Penyuluhan diawali dengan pemaparan materi mengenai pentingnya ASI bagi tumbuh kembang bayi, persiapan ibu saat menyusui, posisi nyaman bayi, teknik perlekatan yang benar, tanda bayi memperoleh cukup ASI, cara melepaskan isapan bayi, serta cara menyendawakan bayi setelah menyusu. Selain metode ceramah, kegiatan juga disertai dengan demonstrasi sehingga peserta dapat memahami dan melakukan teknik menyusui secara langsung.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Program Ners Muda Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Angkatan B27 dengan sasaran orang tua bayi, terutama ibu dan ayah. Penyuluhan berlangsung di Ruang Tunggu Perina Rumah Sakit Universitas Airlangga pada pukul 12.30–13.55 WIB. Selama kegiatan, peserta tampak antusias mengikuti penyampaian materi, pemaparan, serta sesi tanya jawab yang diberikan oleh tim penyuluh.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya ibu nifas yang belum memahami posisi menyusui, perlekatan yang benar, dan cara memberikan ASI secara efektif. Kondisi tersebut dapat menyebabkan bayi tidak memperoleh ASI secara optimal serta meningkatkan risiko terjadinya puting lecet, penyumbatan ASI, hingga kegagalan pemberian ASI eksklusif. Melalui edukasi ini, diharapkan orang tua mampu menerapkan teknik menyusui yang tepat sehingga kesehatan ibu dan bayi dapat terjaga dengan lebih baik.
Kegiatan penyuluhan teknik menyusui yang efektif mendukung tercapainya beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu:
- SDGs 2: Zero Hunger karena ASI merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi yang berperan dalam mencegah malnutrisi dan stunting.
- SDGs 3: Good Health and Well-Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya peningkatan kesehatan ibu dan bayi serta pencegahan berbagai masalah akibat teknik menyusui yang tidak tepat.
- SDGs 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui pemberian edukasi kesehatan kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam perawatan bayi.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kesehatan masyarakat melalui edukasi berbasis praktik berbasis bukti. Diharapkan pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga keberhasilan pemberian ASI eksklusif meningkatkan dan kesehatan ibu serta bayi dapat terjaga secara optimal.
Penulis: Nabillah Kanza Zuana





