Langkah Nyata Pencegahan TB oleh Mahasiswa Profesi Ners dalam Mendukung SDGs kesehatan

NERS NEWS – Surabaya, Kamis, 26 Februari 2026 Mahasiswa Program Program Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Kelompok 2 A2021 telah melaksanakan program penyuluhan kesehatan mengenai Tuberkulosis (TB) di Puskesmas Kalijudan. Penyuluhan ini sebagai bagian dari program promotif dan preventif dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang tunggu pelayanan puskesmas dan diikuti oleh pasien serta keluarga pasien yang sedang menunggu antrian pemeriksaan.

Kegiatan penyuluhan disampaikan oleh mahasiswa profesi ners yang sedang menjalani praktik profesi di Puskesmas Kalijudan. Pemateri pada penyuluhan ini adalah Tessa Audy dan Norviasita Dwi yang dibantu oleh anggota kelompok sebagai fasilitator. Kegiatan berlangsung di dampingi dan dibimbing oleh Ners Waji selaku pembimbing klinik mahasiswa dan juga telah melalui bimbingan dari pembimbing akademik Prof Ferry, Ibu Silvy, dan Bapak Aziz. Kegiatan diawali dengan perkenalan pemateri serta penjelasan singkat mengenai tujuan dilaksanakannya penyuluhan. Pemateri menyampaikan bahwa Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, sehingga diperlukan peran aktif masyarakat dalam pencegahan dan pengendaliannya. Materi yang disampaikan meliputi pengertian TB, penyebab penyakit oleh kuman Mycobacterium tuberculosis, cara penularan melalui percikan dahak (droplet) saat penderita batuk atau bersin, tanda dan gejala seperti batuk lebih dari dua minggu, demam, keringat malam, penurunan berat badan, serta pentingnya pemeriksaan dahak di fasilitas kesehatan. Selain itu, dijelaskan pula mengenai pengobatan TB yang harus dijalani secara teratur selama minimal enam bulan dan tidak boleh dihentikan sebelum waktunya meskipun gejala sudah membaik.

Selama kegiatan berlangsung, suasana penyuluhan terlihat interaktif dan komunikatif. Beberapa pengunjung puskesmas tampak aktif. Pemateri menekankan kembali pentingnya kepatuhan minum obat untuk mencegah terjadinya kekambuhan maupun resistensi obat. Edukasi mengenai etika batuk yang benar juga dipraktekkan secara langsung, di mana pemateri memperagakan cara menutup mulut menggunakan siku bagian dalam serta pentingnya penggunaan masker bagi penderita TB aktif. Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan hingga selesai. Hal ini terlihat dari perhatian mereka saat materi disampaikan, keterlibatan dalam sesi tanya jawab, serta kesediaan untuk mengulang kembali poin-poin penting yang telah dijelaskan. Di akhir kegiatan, pemateri menyampaikan pesan agar masyarakat tidak memberikan stigma kepada penderita TB, melainkan memberikan dukungan moral agar penderita semangat menjalani pengobatan.

Secara keseluruhan, kegiatan penyuluhan berjalan dengan lancar, tertib, dan mendapat respon positif dari pengunjung Puskesmas Kalijudan. memberikan dampak positif berupa meningkatnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai cara penularan, gejala, pencegahan, serta pentingnya kepatuhan dalam menjalani pengobatan TB. Peserta menjadi lebih sadar akan pentingnya deteksi dini dan tidak lagi memiliki persepsi keliru terkait penularan maupun stigma terhadap penderita TB. Melalui edukasi yang interaktif dan demonstratif, masyarakat juga lebih siap menerapkan perilaku hidup sehat sebagai bentuk pencegahan. Kegiatan ini secara langsung mendukung pencapaian SDG 3 (Good Health and Well-being) yang dicanangkan oleh United Nations, khususnya target 3.3 dalam mengakhiri epidemi Tuberkulosis. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat sehingga upaya promotif dan preventif semakin optimal serta berkontribusi nyata dalam menurunkan angka penularan TB di tingkat komunitas.

Penulis : Dhea Annisa Maharani – Kel 2 Profesi Ners Stase Komunitas dan Keluarga