Mahasiswa Keperawatan Unair Gelar Edukasi Kesehatan SIGAP 2026 (Siaga dan Tanggap Gastritis pada Ibu) di RW 12 Mojo, Surabaya

NERS NEWS — Pada hari Selasa, 9 Juni 2026, mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Kelompok 2 Kelas A2 Angkatan 2024 telah melaksanakan kegiatan Project Based Learning (PjBL) terintegrasi Keperawatan Klien Dewasa, Konsep Keperawatan Komunitas, dan Sistem Informasi Keperawatan dengan tema “SIGAP 2026 (Siaga dan Tanggap Gastritis Pada Ibu)” yang bertempat di Balai RW 12, Jl. Jojoran III No.144, Mojo, Kecamatan Gubeng, Surabaya. Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan serta penanganan gastritis melalui pendekatan promotif dan preventif.

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta yang dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan sederhana berupa pengecekan tekanan darah (tensi) dan pemeriksaan kadar asam urat. Pemeriksaan dilakukan sebagai upaya deteksi dini kondisi kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Selain memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan peserta, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bahwa pola makan, aktivitas fisik, tingkat stres, dan gaya hidup sehari-hari berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh, termasuk kesehatan sistem pencernaan.

Setelah rangkaian pemeriksaan kesehatan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan acara, sambutan dari berbagai pihak, serta pelaksanaan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai gastritis dan GERD. Selanjutnya, peserta mendapatkan edukasi kesehatan dalam rangkaian kegiatan SIGAP 2026 (Siaga dan Tanggap Gastritis Pada Ibu) yang membahas pengertian gastritis (maag), penyebab, faktor risiko, tanda dan gejala, jenis-jenis gastritis, mekanisme terjadinya gastritis, hubungan dan perbedaan antara gastritis dengan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), pencegahan, makanan yang dianjurkan dan dihindari, penanganan sederhana saat gastritis kambuh, serta bahaya komplikasi yang dapat terjadi apabila penyakit tersebut tidak ditangani dengan baik.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui media presentasi, leaflet, video edukatif, diskusi, dan sesi tanya jawab. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya menjaga pola makan yang teratur, mengelola stres dengan baik, menerapkan gaya hidup sehat, serta menghindari berbagai kebiasaan yang dapat memicu gastritis maupun GERD. Melalui pendekatan edukatif yang komunikatif dan mudah dipahami, peserta tampak antusias mengikuti kegiatan serta aktif berbagi pengalaman dan mengajukan pertanyaan terkait keluhan lambung yang sering dialami dalam kehidupan sehari-hari.

Selain sesi penyuluhan, peserta juga mengikuti berbagai kegiatan interaktif yang bertujuan memperkuat pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak mengenali makanan yang dianjurkan dan dihindari bagi penderita gastritis serta memahami pentingnya penerapan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan interaktif ini turut menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga peserta lebih mudah memahami dan mengingat informasi yang diberikan.

Sebagai bentuk praktik langsung, peserta mengikuti demonstrasi teknik relaksasi napas dalam dengan posisi duduk sebagai salah satu upaya nonfarmakologis untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan saat gastritis kambuh. Melalui demonstrasi ini, peserta diajarkan cara melakukan latihan pernapasan yang benar untuk membantu tubuh menjadi lebih rileks, mengurangi stres, serta meningkatkan kenyamanan ketika mengalami keluhan lambung. Peserta juga diberi kesempatan untuk mempraktikkan teknik tersebut secara langsung sehingga dapat diterapkan secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung melalui partisipasi aktif dalam sesi diskusi, tanya jawab, serta kegiatan interaktif yang diselenggarakan oleh panitia. Berdasarkan hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test, terjadi peningkatan pemahaman peserta mengenai gastritis, GERD, faktor risiko, pencegahan, penanganan sederhana saat gejala muncul, serta pentingnya menerapkan pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan lambung.

Kegiatan SIGAP 2026 juga turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being/Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai gastritis dan GERD serta mendorong penerapan pola hidup sehat. Selain itu, kegiatan ini berkontribusi pada SDG 4 (Quality Education/Pendidikan Berkualitas) melalui pemberian edukasi kesehatan yang interaktif dan mudah dipahami oleh masyarakat, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals/Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat dalam mewujudkan peningkatan kesehatan komunitas.

Melalui kegiatan SIGAP 2026, diharapkan masyarakat RW 12 Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Surabaya semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sistem pencernaan, menerapkan pola hidup sehat, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta mampu mengenali dan mencegah faktor-faktor yang dapat memicu gastritis sejak dini. Dengan demikian, masyarakat dapat berperan aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan secara berkelanjutan.

Penulis: Dwi Ratih Yuanita

Editor: Nandyta Putri Rahmadhani (Airlangga Nursing Journalist)