Mahasiswa Profesi Ners Unair Edukasi Nutrisi Pasca Kemoterapi bagi Pasien Kanker di Ruang Merak RSUD Dr. Soetomo

NERS NEWS — Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bertema “Pemenuhan Nutrisi Sehat & Tepat Pasca Kemoterapi pada Pasien Kanker” pada Jumat, 29 Mei 2026 pukul 10.00 WIB di Ruang Merak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh 12 peserta dari kalangan pasien dan keluarga pasien melalui metode ceramah interaktif dan diskusi menggunakan media leaflet sebagai sarana edukasi guna meningkatkan pengetahuan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi yang optimal setelah menjalani kemoterapi.

Materi yang disampaikan mencakup pengertian kemoterapi dan nutrisi, efek samping kemoterapi, jenis-jenis nutrisi yang dianjurkan, serta strategi praktis mengatasi mual, muntah, dan penurunan nafsu makan pasca kemoterapi. Pemateri menekankan bahwa kemoterapi bekerja secara sistemik dan dapat mengganggu saluran pencernaan, sehingga strategi seperti pola makan porsi kecil tapi sering, konsumsi makanan tinggi kalori tinggi protein (TKTP), serta pelurusan mitos pantangan makan pada pasien kanker menjadi sangat penting untuk diterapkan. Peserta tampak antusias dan aktif mengajukan pertanyaan seputar pola makan selama pengobatan kanker.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kelompok 4 Stase Keperawatan Maternitas Angkatan B27, terdiri dari Endah Nabila Sutrisno Putri, Rista Zulfidha Rindi, Fianita Fitri Sa’idah, dan Syah Reza Alfiana Nuro Aini, dengan bimbingan Ibu Ni Ketut Alit Armini, S.Kp., M.Kes. selaku pembimbing akademik dan Ibu Sulastri, S.Tr.Keb., Bdn selaku pembimbing klinik yang memastikan materi sesuai standar praktik keperawatan.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kasus kanker ginekologi di Indonesia serta dampak malnutrisi akibat efek samping kemoterapi yang kerap menghambat keberhasilan terapi. Melalui PKRS ini, diharapkan pasien dan keluarga mampu mencegah malnutrisi, menjaga kestabilan berat badan, dan mendukung keberhasilan pengobatan, sekaligus sebagai wujud kontribusi terhadap pencapaian SDGs, khususnya SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being) melalui upaya promotif dan preventif di fasilitas pelayanan kesehatan, serta SDGs 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui pemberian edukasi yang informatif, akurat, dan mudah dipahami.

Penulis: Rista Zulfidha Rindi