Mahasiswa Profesi Ners Unair gelar PKRS Manajemen Nutrisi dan Diet Pasca Kemoterapi di Ruang IOT RSUA

NERS NEWS — Mahasiswa Profesi Pendidikan Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Angkatan B27 sukses melaksanakan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) pada hari Kamis (2/04/2026) bertempat di Ruang Instalasi Onkologi Terpadu (IOT) Rumah Sakit Universitas Airlangga dengan sasaran kegiatan adalah pasien dan keluarga pasien. Kegiatan PKRS  dengan topik “Manajemen Nutrisi dan Diet Pasca Kemoterapi dalam Mengatasi Penurunan Nafsu Makan dan Diare ”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga pentingnya manajemen nutrisi dan diet pasca kemoterapi dalam mengatasi penurunan nafsu makan dan diare dengan tepat.

Kegiatan PKRS dilaksanakan dengan metode ceramah dan diskusi interaktif serta menggunakan media edukasi berupa poster dan leaflet untuk mempermudah pemahaman  peserta terhadap materi penyuluhan. Materi yang diberikan meliputi pengertian kemoterapi, efek samping kemoterapi terhadap saluran cerna, manajemen nutrisi untuk nafsu makan menurun, diet untuk mengatasi diare, dan tanda bahaya kekurangan nutrisi.

Kegiatan PKRS dilaksanakan pada pukul 09.00-09.30 WIB dan diikuti oleh pasien dan keluarga pasien yang sedang menjalani perawatan inap untuk kemoterapi di Ruang Instalasi Onkologi Terpadu (IOT) Rumah Sakit Universitas Airlangga. Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa dibimbing dan di bawah arahan Pembimbing Akademik Dr. Andri Setiya Wahyudi, S.Kep., Ns., M.Kep dan Pembimbing Klinik Esa Rilasti, S.Kep., Ns.

Edukasi kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga pentingnya manajemen nutrisi dan diet pasca kemoterapi dalam mengatasi penurunan nafsu makan dan diare dengan tepat. Hal ini dilatarbelakangi oleh efek samping kemoterapi terhadap saluran pencernaan yang dapat mempengaruhi status nutrisi pasien kanker, mengingat obat kemoterapi tidak hanya menyerang sel kanker tetapi juga sel sehat sehingga berdampak pada asupan dan metabolisme nutrisi. Efek samping dapat berupa penurunan nafsu makan, mual, muntah, perubahan rasa, radang mulut, diare, penurunan berat badan. Sehubungan dengan hal tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai strategi manajemen nutrisi yang tepat, antara lain untuk mengatasi penurunan nafsu makan dianjurkan mengonsumsi makanan dalam porsi kecil namun sering (sekitar 5–6 kali per hari). Sementara itu, dalam mengatasi diare prinsip diet yang diterapkan meliputi diet rendah serat, rendah lemak, tinggi cairan, serta peningkatan asupan protein guna mendukung pemulihan kondisi pasien.

Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta tidak hanya mendengarkan materi yang disampaikan, tetapi juga mengajukan beberapa pertanyaan terkait cara manajemen diet dan nutrisi dalam mengatasi penurunan nafsu makan dan diare. Kegiatan ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya SDGs 3: Good Health and Well-Being, yang berfokus pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan pasien dan keluarga dalam manajemen nutrisi dan diet pasca kemoterapi, serta SDGs 4 (Quality Education) melalui pemberian edukasi kesehatan yang mudah dipahami dan dapat diterapkan secara mandiri.

Melalui kegiatan PKRS ini, diharapkan pasien dan keluarga dapat memahami cara manajemen nutrisi dan diet pasca kemoterapi dalam mengatasi penurunan nafsu makan dan diare sehingga dapat membantu meningkatkan status nutrisi, mempercepat pemulihan, serta meningkatkan kualitas hidup pasien secara optimal.

Penulis : Luluk Mursidah Mukhofi

Editor : Eva Khoirunnisa Adinta (Airlangga Nursing Journalist)