
NERS NEWS – Surabaya, 4 Maret 2026 – Mahasiswa Praktik Profesi Pendidikan Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bertema “CERMAT: Cegah dan Edukasi Risiko Gastritis Melalui Manajemen Asupan yang Teratur” di Ruang Tunggu Farmasi Poli Graha Trimed Lantai 2 Rumah Sakit Khusus Infeksius (RSKI) Universitas Airlangga. Kegiatan ini ditujukan kepada pasien dan keluarga pasien sebagai upaya meningkatkan pengetahuan mengenai gastritis serta pencegahannya melalui pengaturan pola makan yang teratur dan manajemen gaya hidup yang sehat. Gastritis atau peradangan pada dinding lambung masih menjadi keluhan yang cukup sering ditemukan di layanan kesehatan. Kondisi ini dapat dipicu oleh pola makan yang tidak teratur, konsumsi makanan pedas dan berlemak, stres, serta infeksi Helicobacter pylori.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode ceramah dan diskusi interaktif dengan menggunakan media poster edukatif serta leaflet agar informasi dapat dipahami dengan mudah dan dapat dipelajari kembali di rumah. Materi yang disampaikan meliputi pengertian gastritis, penyebab dan faktor risiko gastritis, tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, prinsip manajemen asupan nutrisi, makanan yang dianjurkan dan dihindari, cara menyusun jadwal makan sederhana, serta tips aman berpuasa bagi penderita gastritis. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 4 Maret 2026 pukul 09.00–09.26 WIB dan diikuti oleh 35 peserta, melampaui target awal yaitu 30 peserta, yang terdiri dari pasien dan keluarga pasien di ruang tunggu farmasi Poli Graha Trimed RSKI Universitas Airlangga.
Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab. Beberapa pertanyaan yang diajukan di antaranya: “Bagaimana ciri-ciri seseorang mengalami gastritis?”, “Bagaimana cara mencegah gastritis agar tidak kambuh?”, serta “Apa perbedaan obat sucralfate dan omeprazole?” Tim mahasiswa menjelaskan bahwa gastritis umumnya ditandai dengan nyeri ulu hati, rasa perih atau terbakar pada lambung, mual, muntah, serta rasa tidak nyaman di perut bagian atas. Pencegahan gastritis dapat dilakukan dengan menjaga pola makan teratur, menghindari makanan pemicu seperti makanan pedas, asam, dan berlemak, membatasi konsumsi kafein, serta mengelola stres dengan baik. Dalam penanganannya, sucralfate bekerja dengan melapisi dan melindungi dinding lambung, sedangkan omeprazole bekerja dengan menurunkan produksi asam lambung sehingga membantu mengurangi iritasi pada mukosa lambung.
Kegiatan ini berada di bawah bimbingan pembimbing akademik Ibu Arina Qona’ah, S.Kep., Ns., M.Kep. serta pembimbing klinik Ns. M. Syamsul Hidayat, S.Kep., Ns., M.Kes. Melalui kegiatan promotif dan preventif ini, mahasiswa turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) melalui peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan penyakit, SDGs 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui penyampaian edukasi kesehatan yang mudah dipahami oleh masyarakat, serta SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara institusi pendidikan dan rumah sakit dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan pasien dan keluarga pasien mampu menjadi pendukung utama dalam menjaga pola makan penderita gastritis, memahami cara pencegahan kekambuhan, serta menerapkan perilaku hidup sehat sehingga kualitas hidup pasien dapat meningkat.
Penulis: Abidah Lailia Khoirunnisa Budiarti
Editor: Raffa Nadiya Primatiana (Airlangga Nursing Journalist)





