
NERS NEWS — Chindy Andini Putri, mahasiswa angkatan 2025 Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga, berhasil meraih gelar Duta Kesehatan Mental Jawa Timur 2026. Prestasi tersebut diperoleh melalui rangkaian seleksi Duta Kesehatan Jawa Timur 2026 yang berlangsung secara bertahap, mulai dari seleksi berkas, wawancara, hingga catwalk. Seleksi awal diumumkan melalui media sosial Duta Kesehatan Jawa Timur, kemudian peserta yang lolos melanjutkan tahapan wawancara dan catwalk yang diselenggarakan secara langsung di BG Junction Mall Surabaya. Pada tahap tersebut, peserta yang berhasil lolos juga diumumkan sebagai finalis Duta Kesehatan Jawa Timur 2026.
Setelah dinyatakan sebagai finalis, peserta mengikuti tahap karantina dan grand final yang berlangsung selama dua hari dua malam di Bella Hotel Surabaya. Selama masa karantina, para finalis mengikuti berbagai kegiatan dan penilaian, seperti pembekalan public speaking, catwalk, kelas make up, seleksi speech, penilaian sikap, hingga deep interview. Seluruh rangkaian tersebut menjadi bagian dari proses penilaian yang menentukan hasil akhir kompetisi. Puncak acara dilaksanakan di Lagoon Avenue Mall Sungkono Surabaya, tempat diumumkannya para pemenang kategori winner, runner up, serta berbagai gelar atribut, termasuk Duta Kesehatan Mental Jawa Timur 2026 yang berhasil diraih oleh Chindy.
Menurut Chindy, tantangan terbesar selama mengikuti kompetisi ini adalah saat menjalani masa karantina. Para finalis yang sebelumnya belum saling mengenal harus mampu beradaptasi dan membangun kekompakan dalam waktu yang singkat, sekaligus menunjukkan performa terbaik di setiap sesi penilaian. Di tengah padatnya aktivitas, peserta juga dituntut untuk menjaga kondisi fisik dan mental agar tetap optimal hingga grand final. Pengalaman tersebut mengajarkan pentingnya ketahanan diri, tanggung jawab, dan kesiapan dalam menerima setiap hasil yang diperoleh.
Chindy mengungkapkan bahwa kebahagiaan, kekompakan, dan semangat pengabdian kepada masyarakat menjadi nilai utama yang perlu dimiliki oleh seorang duta kesehatan. Menurutnya, peran duta kesehatan tidak hanya sebatas meraih gelar, tetapi juga menjadi wadah untuk menyebarluaskan edukasi kesehatan serta membawa berbagai isu kesehatan yang ada di Jawa Timur kepada masyarakat. Melalui kekompakan dan kolaborasi, para duta kesehatan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat luas.
Prestasi yang diraih Chindy sekaligus mencerminkan kontribusi mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Good Health and Well-Being atau Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Melalui perannya sebagai Duta Kesehatan Mental Jawa Timur 2026, Chindy berharap seluruh duta kesehatan dapat terus berjalan bersama sebagai agent of change yang tidak hanya membawa gelar, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran dan kualitas kesehatan masyarakat Jawa Timur.
Penulis: Anggun Nabila





