
NERS NEWS – Surabaya, 12 Februari 2026 – Mahasiswi keperawatan melaksanakan kegiatan Promosi
Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dengan memberikan edukasi mengenai pencegahan dan
pengendalian Tuberkulosis (TBC) kepada pasien dan keluarga pasien di Poli Graha Trimed.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penularan
TBC melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
Kegiatan PKRS dilakukan di ruang tunggu poli dengan menggunakan media leaflet edukasi
TBC. Materi yang disampaikan meliputi pengertian TBC, faktor risiko, tanda dan gejala, langkah
pencegahan penularan, serta anjuran penting bagi penderita TBC dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyuluhan tersebut dijelaskan bahwa TBC merupakan penyakit menular yang
disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru dan dapat
menular melalui percikan dahak saat penderita batuk atau bersin. Mahasiswi juga menekankan
pentingnya deteksi dini melalui screening gejala seperti batuk lama, demam, dan penurunan berat
badan.
Selain itu, edukasi juga menyoroti langkah pencegahan yang dapat dilakukan keluarga, seperti
melakukan imunisasi BCG, menjaga kebersihan diri, menerapkan etika batuk, menjaga ventilasi
rumah, serta menerapkan pola hidup sehat. Untuk penderita TBC, disampaikan anjuran
penggunaan masker, membatasi kontak dengan orang lain, menjaga kebersihan tangan, menutup
mulut saat batuk, serta tidak membuang dahak sembarangan.
Kegiatan berlangsung interaktif, dimana pasien dan keluarga diberikan kesempatan untuk
bertanya terkait penyakit TBC dan cara pencegahannya. Antusiasme peserta terlihat dari
banyaknya pertanyaan yang diajukan mengenai penularan dan pengobatan TBC.
Kegiatan ini juga sejalan dengan program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable
Development Goals (SDGs) yang dicanangkan oleh United Nations, khususnya pada SDGs
Nomor 3, 4, dan 17.
SDGs Nomor 3 (Good Health and Well-being) berkaitan langsung dengan kegiatan PKRS TBC
karena edukasi kesehatan yang diberikan berkontribusi dalam pencegahan penyakit menular,
peningkatan kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini, serta mendukung upaya penurunan
angka kesakitan akibat TBC.
SDGs Nomor 4 (Quality Education) tercermin melalui proses edukasi kesehatan kepada pasien
dan keluarga. Kegiatan PKRS menjadi sarana pembelajaran masyarakat agar memiliki
pengetahuan kesehatan yang benar, sekaligus menjadi media pembelajaran praktik bagi
mahasiswa keperawatan dalam mengembangkan kompetensi edukator kesehatan.
SDGs Nomor 17 (Partnerships for The Goals) juga tercermin dalam kegiatan ini melalui
kolaborasi antara institusi pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, serta
masyarakat dalam mendukung upaya pengendalian TBC. Kegiatan PKRS menjadi bentuk sinergi
nyata antara dunia pendidikan dan pelayanan kesehatan dalam meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat secara berkelanjutan.
Mahasiswi keperawatan berharap melalui kegiatan PKRS ini, masyarakat dapat meningkatkan
kesadaran dalam mencegah penularan TBC serta mendukung keberhasilan pengobatan penderita
TBC di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Kegiatan PKRS ini merupakan bagian dari praktik klinik mahasiswa keperawatan dalam
mengaplikasikan peran edukator kesehatan secara langsung kepada masyarakat sekaligus
mendukung pembangunan kesehatan berkelanjutan.
Penulis: Mutiya Rahma Wati





