
NERS NEWS — (Senin, 27/7/2026) – Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (FKp Unair), yaitu Talitha Maulia Nada (A24), Muhammad Rayhan Ricardi Sudrajat (A23), dan Sandrina Humairah (A23), mengakhiri rangkaian program Student Outbound di Japanese Red Cross Kyushu International College of Nursing (JRCKICN), Jepang, pada Senin, 27 Juli 2026. Setelah menyelesaikan seluruh agenda kegiatan, peserta melakukan perjalanan kembali menuju Indonesia melalui Vietnam sebagai lokasi transit penerbangan.
Selama kurang lebih dua minggu mengikuti program, mahasiswa berpartisipasi dalam berbagai kegiatan akademik dan lapangan yang meliputi pembelajaran mengenai humanitarian crisis, disaster management, basic life support (BLS), simulasi perawatan lansia, district survey, kunjungan ke institusi kesehatan, hingga program pengabdian kepada masyarakat di Oshima Island. Berbagai kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang memperluas wawasan mahasiswa mengenai sistem pelayanan kesehatan, pendidikan keperawatan, serta kesiapsiagaan bencana di Jepang.
Program Student Outbound juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperkuat kompetensi profesional melalui pembelajaran lintas budaya, kolaborasi internasional, serta pertukaran pengetahuan bersama dosen dan mahasiswa Japanese Red Cross Kyushu International College of Nursing (JRCKICN). Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal dalam mengembangkan praktik keperawatan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.
Berakhirnya program ini menjadi penutup dari rangkaian kegiatan Student Outbound yang tidak hanya memberikan pengalaman akademik dan profesional, tetapi juga mempererat kerja sama internasional antara Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga dan Japanese Red Cross Kyushu International College of Nursing. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pembelajaran internasional serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi antarinstitusi pendidikan.
Penulis: Muhammad Rayhan Ricardi Sudrajat





