Nutrisi Adekuat, Kesembuhan Meningkat: Edukasi Sonde bagi Keluarga Pasien ICU RSUA

NERS NEWS – Surabaya– Kelompok 13 Profesi Ners B27 Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan Penyuluhan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dengan tema “Nutrisi Adekuat, Kesembuhan Meningkat” pada Jumat, 20 Februari 2026, pukul 13.00 WIB, bertempat di ruang tunggu keluarga pasien ICU Rumah Sakit Universitas Airlangga. Kegiatan ini ditujukan kepada keluarga pasien ICU sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai pemberian nutrisi melalui selang makan atau nasogastric tube (NGT).

Kegiatan PKRS dilaksanakan melalui metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi langsung. Materi yang diberikan meliputi pengertian selang makan NGT, indikasi pemberian nutrisi melalui NGT, tujuan dan manfaat pemasangan sonde, prosedur pemberian makan melalui NGT, serta peran keluarga dalam mendukung keberhasilan terapi nutrisi pada pasien dengan kondisi kritis.

Penyuluhan dihadiri oleh kurang lebih sepuluh anggota keluarga pasien ICU dan didampingi oleh pembimbing klinik, Evy Dwi R., S.Kep., Ns., M.NSc. Dalam sesi demonstrasi, penyuluh memperagakan langkah-langkah pemberian nutrisi melalui NGT secara aman, mulai dari cuci tangan, pengaturan posisi, pengambilan retensi sebelum pemberian makanan, hingga pemberian cair secara perlahan menggunakan spuit, pembilasan selang, hingga penutupan klem. Demonstrasi ini bertujuan agar keluarga tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan prosedur dengan benar sesuai instruksi tenaga kesehatan.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan peran aktif keluarga dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi pasien yang tidak mampu makan secara oral. Nutrisi enteral melalui NGT berperan penting dalam mencegah malnutrisi, menurunkan risiko infeksi, serta mendukung proses penyembuhan dan kualitas hidup pasien ICU. Kegiatan PKRS ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3: Good Health and Well-Being, melalui peningkatan literasi kesehatan keluarga pasien.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan pertanyaan terkait keamanan pemberian makan melalui NGT, posisi pasien yang tepat, serta tanda-tanda komplikasi yang perlu diwaspadai. Melalui kegiatan ini, diharapkan keluarga mampu berperan sebagai pendukung utama dalam perawatan pasien, khususnya dalam pemantauan dan pencegahan komplikasi selama terapi nutrisi enteral.

Penulis: Kelompok 13 Profesi Ners B27
Editor : Eva Khoirunnisa Adinta (Airlangga Nursing Journalist)