Pengendalian Risiko Perilaku Kekerasan dengan Teknik Napas Dalam dan Estafet Gelas di UPTD Liponsos Keputih

NERS NEWS — Mahasiswa Praktik Klinik Keperawatan Jiwa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan penyuluhan dan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) tentang pengendalian risiko perilaku kekerasan pada 3 Juni 2026 di UPTD Liponsos Keputih. Kegiatan ini dilakukan melalui edukasi, latihan teknik napas dalam, dan permainan estafet gelas menggunakan tali sebagai upaya meningkatkan kemampuan peserta dalam mengendalikan emosi serta mencegah munculnya perilaku kekerasan.

Kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai perilaku kekerasan, tanda dan gejalanya, serta cara mengelola kemarahan secara sehat. Selanjutnya, peserta mempraktikkan teknik napas dalam sebagai metode relaksasi sederhana untuk mengontrol emosi ketika merasa marah atau tegang. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan permainan estafet gelas menggunakan tali yang menekankan kerja sama, komunikasi, konsentrasi, dan pengendalian diri dalam kelompok.

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa praktik klinik sebagai moderator, pemateri, fasilitator, dan dokumentator yang mendampingi peserta selama seluruh rangkaian acara. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pengendalian perilaku kekerasan, tetapi juga berkesempatan mengembangkan keterampilan sosial, meningkatkan rasa percaya diri, dan memperkuat kemampuan bekerja sama dengan orang lain.

Pelaksanaan kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3: Good Health and Well-Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya promotif dan preventif kesehatan jiwa. Antusiasme peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan edukasi dan terapi aktivitas kelompok dapat menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan kesehatan mental, mengembangkan perilaku adaptif, serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan sejahtera.

Penulis: Anggita Prawinasari