Pentingnya Nutrisi dan Cara Memberikan Nutrisi melalui Selang Makan

NERS NEWS — Mahasiswa Kelompok 4 Program Pendidikan Profesi Ners Angkatan 2026 Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga sukses melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan dengan tema “Pentingnya Nutrisi dan Cara Memberikan Nutrisi melalui Selang Makan” pada Kamis, 03 September 2026 pukul 10.00–10.30 WIB di Ruang Tunggu ICU Rumah Sakit Universitas Airlangga. Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga bersama Tim PKRS RS Universitas Airlangga.

Kegiatan diikuti oleh keluarga pasien di Ruang Tunggu ICU RS Universitas Airlangga. Penyuluhan dilakukan melalui ceramah dan tanya jawab dengan menggunakan leaflet dan poster sebagai media edukasi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi bagi pasien serta cara memberikan nutrisi melalui selang makan dengan aman.

Dalam penyuluhan, pemateri menjelaskan bahwa nutrisi merupakan zat yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan energi, mendukung pertumbuhan dan perkembangan, memperbaiki jaringan, mempertahankan fungsi organ, serta membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Pada pasien yang sedang sakit, pemenuhan nutrisi menjadi semakin penting karena tubuh membutuhkan energi dan zat pembangun untuk mendukung proses penyembuhan.

Materi juga membahas akibat yang dapat terjadi apabila kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi, seperti tubuh menjadi lemah dan mudah lelah, penurunan berat badan dan massa otot, penurunan daya tahan tubuh, peningkatan risiko infeksi, hingga proses penyembuhan yang menjadi lebih lama. Oleh karena itu, pemenuhan nutrisi menjadi bagian penting dalam perawatan pasien, termasuk pasien yang belum mampu makan dan minum melalui mulut.

Selanjutnya, peserta diberikan edukasi mengenai nutrisi melalui selang makan atau nutrisi enteral, yaitu pemberian zat gizi dalam bentuk cair melalui selang menuju lambung atau usus. Salah satu selang yang sering digunakan adalah NGT (Nasogastric Tube) atau selang nasogastrik. Penggunaan selang makan dapat dilakukan pada pasien dengan kesulitan menelan, penurunan kesadaran, gangguan kemampuan mengunyah atau menelan, maupun pasien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi melalui mulut.

Pemateri juga menjelaskan langkah-langkah yang perlu diperhatikan sebelum dan selama pemberian nutrisi. Keluarga perlu menjaga kebersihan tangan, memastikan jenis dan jumlah nutrisi sesuai anjuran tenaga kesehatan, serta mempertahankan posisi pasien dengan kepala tempat tidur dinaikkan sekitar 30–45°. Pemberian nutrisi dilakukan secara perlahan sesuai instruksi tenaga kesehatan dan kondisi pasien perlu terus dipantau selama proses pemberian.

Keluarga juga diingatkan untuk memperhatikan berbagai tanda masalah selama pemberian nutrisi, seperti batuk, tersedak, sesak, mual, muntah, perut sangat kembung, atau pasien tampak tidak nyaman. Apabila muncul keluhan tersebut, pemberian nutrisi perlu dihentikan sementara dan segera dilaporkan kepada tenaga kesehatan. Keluarga juga tidak dianjurkan memberikan nutrisi apabila posisi selang tidak dapat dipastikan aman atau selang terlihat bergeser.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta mengikuti penyuluhan dengan tertib dan diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai pemberian nutrisi melalui selang makan serta hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga keamanan pasien. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu keluarga memahami perannya dalam mendukung pemenuhan nutrisi pasien sesuai arahan tenaga kesehatan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan keluarga pasien mampu memahami pentingnya nutrisi, mengetahui cara pemberian nutrisi melalui selang makan secara aman sesuai instruksi tenaga kesehatan, menjaga posisi pasien selama dan setelah pemberian nutrisi, serta mengenali tanda-tanda bahaya yang perlu segera dilaporkan kepada tenaga kesehatan.

Integrasi SDGs

SDGs 3: Good Health and Well-Being

Penulis: Yasmin Adlina Dhiyavia