PKK Mahasiswi Unair: Belajar Empati di Ruang Gelatik RS Jiwa Menur

Sumber foto: Dokumen pribadi

NERS NEWS – Pada periode 9 Februari 2026 hingga 20 Februari 2026, 5 mahasiswi semester 6 Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Klinik (PKK) di ruang Gelatik Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya. Setelah kurang lebih 2 minggu menjalani PKK di ruang Gelatik, Aurelia Rosalin Indaratnashanty, Nimas Sepa Ratu Besari, Andini Maudya Pramesti, Marsha Nayla Kurniawan, dan Zaneta Ardelia Putri memiliki berbagai pengalaman baru dalam konteks keperawatan jiwa.

Selama menjalani praktik, para mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengamat, tetapi juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan yang mendukung proses pemulihan pasien. Salah satu kegiatan yang menjadi pengalaman berharga adalah terapi aktivitas kelompok (TAK). Dalam kegiatan ini, mahasiswa berinteraksi langsung dengan pasien melalui diskusi kelompok yang mengangkat topik “kehidupan normal yang dirindukan pasien.”

Diskusi berlangsung dalam suasana hangat, penuh keterbukaan, dan saling menghargai. Para pasien dengan antusias menceritakan rutinitas sederhana yang mereka rindukan, seperti berkumpul bersama keluarga, bekerja, beraktivitas di lingkungan masyarakat, hingga menikmati kebebasan menjalani kehidupan sehari-hari tanpa hambatan. Mahasiswi berperan sebagai fasilitator, mendengarkan dengan penuh empati, serta memberikan dukungan psikososial agar pasien merasa dihargai dan mampu mengekspresikan perasaan mereka. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar bahwa komunikasi terapeutik bukan sekadar teknik, melainkan seni dalam membangun hubungan yang penuh kepercayaan dengan pasien.

Selain TAK, mahasiswa juga menerapkan berbagai asuhan keperawatan jiwa yang telah mereka pelajari di bangku kuliah. Mereka melakukan observasi perilaku pasien, mencatat perkembangan kondisi mental, serta memberikan intervensi keperawatan sesuai kebutuhan individu. Misalnya, membantu pasien yang mengalami kecemasan dengan teknik relaksasi sederhana, atau mendampingi pasien yang cenderung menarik diri agar lebih berani berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Semua kegiatan dilakukan dengan penuh tanggung jawab, di bawah supervisi perawat senior dan tim kesehatan rumah sakit.

Pengalaman ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana teori yang dipelajari di kelas diterapkan dalam praktik klinis. Mahasiswa menyadari bahwa setiap pasien memiliki kebutuhan unik, sehingga pendekatan keperawatan harus disesuaikan dengan kondisi dan latar belakang masing-masing. Mereka juga belajar pentingnya kerja sama tim dalam pelayanan kesehatan jiwa, di mana perawat, dokter, psikolog, dan tenaga kesehatan lain saling melengkapi untuk mendukung proses pemulihan pasien.

Selama dua minggu, mahasiswa menghadapi berbagai tantangan, mulai dari mengelola emosi ketika berhadapan dengan pasien yang menunjukkan perilaku agresif, hingga menjaga profesionalisme dalam situasi yang penuh tekanan. Namun, semua pengalaman tersebut justru menjadi pembelajaran berharga yang membentuk kepekaan emosional, ketangguhan mental, dan rasa empati yang lebih dalam.

Kegiatan PKK di ruang Gelatik RS Jiwa Menur Surabaya ini tidak hanya memperkaya pengetahuan klinis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa perawat jiwa memiliki peran penting dalam mendampingi pasien menuju kehidupan yang lebih baik. Bagi Aurelia, Nimas, Andini, Marsha, dan Zaneta, pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk menghadapi dunia kerja setelah lulus, sekaligus meneguhkan komitmen mereka untuk menjadi perawat yang profesional, humanis, dan penuh dedikasi.

Penulis   : Kelompok Gelatik RSJ Menur

Editor: Farah Dina Azizatul Aulia (Airlangga Nursing Journalist)