PKRS IRNA Lantai 3 RSUA: Edukasi Pencegahan Infeksi Post Operasi

NERS NEWS — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Kelompok 5 telah melaksanakan kegiatan Penyuluhan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) pada Jumat, 18 September 2026 di Ruang IRNA Lantai 3 Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA). Kegiatan ini mengangkat topik “Pencegahan Infeksi Post Operasi” dan ditujukan kepada pasien dan keluarga pasien yang berada di Ruang IRNA Lantai 3 RSUA. Kegiatan dilaksanakan sebagai bagian dari pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku pasien serta keluarga dalam melakukan pencegahan infeksi post operasi. Hal ini sesuai dengan SAP yang menetapkan sasaran berupa keluarga pasien di Ruang IRNA Lantai 3 RSUA.

Kegiatan PKRS bertujuan agar peserta memahami mengenai pengertian infeksi luka operasi, tujuan pencegahan infeksi, faktor risiko yang meningkatkan risiko infeksi luka operasi, pentingnya menjaga kebersihan tangan, tanda dan gejala infeksi luka operasi, cara merawat luka post operasi, serta cara mencegah infeksi luka operasi di rumah. Tujuan tersebut sesuai dengan tujuan instruksional khusus yang tercantum dalam SAP.

Penyampaian edukasi dilakukan menggunakan media PowerPoint (PPT) dan leaflet dengan metode ceramah dan tanya jawab (brainstorming). Materi yang diberikan meliputi pengertian infeksi luka operasi, tujuan pencegahan infeksi, faktor risiko infeksi, tanda dan gejala infeksi, perawatan luka post operasi, serta pencegahan infeksi luka operasi di rumah.

Dalam pelaksanaan kegiatan, pemateri menjelaskan bahwa infeksi luka operasi merupakan kondisi ketika luka akibat prosedur pembedahan terkontaminasi oleh mikroorganisme dan dapat terjadi pada luka tertutup maupun luka terbuka. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai beberapa faktor risiko, antara lain usia lanjut, status gizi yang kurang baik, obesitas, diabetes melitus, serta faktor yang berkaitan dengan prosedur operasi dan perawatan luka.

Materi selanjutnya membahas tanda dan gejala infeksi pada luka operasi, seperti nyeri yang meningkat, kemerahan, rasa panas, pembengkakan, dan gangguan fungsi pada area sekitar luka. Peserta juga diberikan edukasi mengenai pentingnya mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh atau melakukan perawatan luka, mengganti balutan secara rutin, menjaga kebersihan luka, serta melakukan perawatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Pada sesi diskusi, peserta mengajukan beberapa pertanyaan terkait perawatan luka. Pertanyaan pertama: “Apakah untuk perawatan luka diabetes harus menggunakan cairan tertentu atau boleh menggunakan air hangat saja?” Pemateri menjelaskan bahwa dalam perawatan luka, NaCl 0,9% dapat digunakan sebagai cairan pembersih, sedangkan penggunaan cairan lain dapat disesuaikan dengan kondisi luka dan anjuran dokter. Dalam SAP, pembersihan luka post operasi juga dijelaskan menggunakan kasa steril yang dibasahi larutan NaCl 0,9%.

Pertanyaan kedua: “Kenapa pasien dengan luka terbuka penanganannya didahulukan daripada yang luka tertutup?” Pemateri menjelaskan bahwa luka terbuka lebih rentan mengalami kontaminasi dan infeksi apabila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, sehingga perlu mendapatkan perhatian dan perawatan yang sesuai. Materi SAP juga menjelaskan bahwa infeksi luka operasi dapat terjadi pada luka tertutup maupun luka terbuka dan menekankan pentingnya pencegahan kontaminasi serta perawatan luka yang tepat.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab untuk mengevaluasi pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan. Berdasarkan lembar observasi, kegiatan penyuluhan secara umum terlaksana sesuai dengan topik, tujuan, kondisi sasaran, serta media yang telah direncanakan. Peserta mengikuti penyuluhan dan berpartisipasi dalam sesi tanya jawab. Evaluasi proses dalam SAP juga menetapkan bahwa peserta diharapkan memperhatikan materi, aktif bertanya atau memberikan tanggapan, serta mengikuti kegiatan dengan tertib.

Berdasarkan lembar observasi, jumlah sasaran yang hadir tercatat 12 peserta, dari target yang direncanakan sebanyak 15 orang. Meskipun jumlah peserta belum mencapai target awal, kegiatan tetap dapat dilaksanakan dan berlangsung dengan baik. Peserta menunjukkan keterlibatan selama kegiatan, termasuk melalui sesi tanya jawab mengenai perawatan luka.

Kegiatan PKRS “Pencegahan Infeksi Post Operasi” berlangsung dengan baik dan lancar. Melalui edukasi ini, peserta diharapkan mampu memahami pentingnya menjaga kebersihan tangan, melakukan perawatan luka sesuai anjuran tenaga kesehatan, mengenali tanda dan gejala infeksi sejak dini, serta segera berkonsultasi kepada tenaga kesehatan apabila ditemukan tanda-tanda infeksi pada luka. SAP juga menekankan pentingnya pemeriksaan lanjutan apabila terdapat luka yang memerah, bernanah, bengkak, terasa hangat, atau nyeri.

Kegiatan PKRS dilaksanakan oleh mahasiswa Praktik Profesi Pendidikan Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Kelompok 5, dengan pembagian tugas yang meliputi moderator, pemateri, fasilitator, observer/timekeeper, dokumentasi, serta perlengkapan dan notulensi.

Demikian berita acara ini dibuat sebagai dokumentasi pelaksanaan kegiatan Penyuluhan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) di Ruang IRNA Lantai 3 Rumah Sakit Universitas Airlangga.

Penulis: Jihan Nadira Wardhani