PKRS Poli Grha Trimed RSUA: Kenali Gagal Jantung dan Cara Mencegah Kekambuhannya

NERS NEWS — Surabaya, (11/9) —Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Kelompok 11 Stase Keperawatan Medikal Bedah Angkatan 49 Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga telah melaksanakan kegiatan Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) di Poli Grha Trimed Rumah Sakit Universitas Airlangga pada Jumat, 11 September 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–10.30 WIB ini mengangkat tema “Kenali Gagal Jantung dan Cara Mencegah Kekambuhannya” dengan sasaran pasien dan keluarga pasien yang berada di Poli Graha Trimed RSUA.

Kegiatan ini didampingi oleh Dr. Arina Qona’ah, S.Kep., Ns., M.Kep. selaku pembimbing akademik dan Aprilia, S.Kep., Ns. selaku pembimbing klinik. Melalui kegiatan PKRS ini, mahasiswa berupaya memberikan edukasi kesehatan kepada pasien dan keluarga agar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai gagal jantung, perawatan diri, serta berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kekambuhan dan perburukan kondisi.

Kegiatan diawali dengan persiapan berupa koordinasi kelompok, penyusunan SAP dan materi, serta penyiapan media edukasi berupa poster dan leaflet. Penyuluhan dilakukan melalui metode ceramah dan tanya jawab untuk memberikan edukasi sekaligus membuka kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi. Edukasi yang diberikan berfokus pada pengenalan gagal jantung, perawatan diri, pencegahan kekambuhan, serta tanda bahaya yang membutuhkan pertolongan medis segera.

Gagal jantung merupakan kondisi ketika jantung tidak mampu memompa darah secara efektif untuk memenuhi kebutuhan tubuh dan dapat ditandai dengan sesak napas, mudah lelah, pembengkakan pada kaki atau tungkai, serta peningkatan berat badan akibat penumpukan cairan. Melalui kegiatan ini, pasien dan keluarga diberikan pemahaman mengenai pentingnya perawatan dan pencegahan agar kondisi tidak semakin memburuk.

Pelaksanaan PKRS berlangsung dengan baik, interaktif, dan kondusif. Peserta mengikuti kegiatan dengan baik dan memperhatikan informasi yang disampaikan, sementara seluruh anggota kelompok turut berperan aktif dalam persiapan maupun pelaksanaan. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu pasien dan keluarga lebih memahami gagal jantung serta menerapkan upaya perawatan dan pencegahan kekambuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Lavenia Puspitasari