SADAR 2026: Bentuk Nyata Kontribusi Mahasiswa Keperawatan dalam Meningkatkan Literasi Diabetes

NERS NEWS — Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (Unair) menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan bertajuk “SADAR: Sayangi Diri dengan Atur Risiko Diabetes” di Balai RW 06 Kelurahan Dukuh Sutorejo, Surabaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari Project Based Learning (PjBL) terintegrasi mata kuliah Keperawatan Klien Dewasa, Sistem Informasi Keperawatan dan Keperawatan Komunitas yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan, pengendalian, serta perawatan komplikasi Diabetes Mellitus (DM) tipe 2.

Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan kesehatan, demonstrasi penghitungan IMT, total kebutuhan kalori dan gula harian, serta sesi diskusi interaktif yang melibatkan peserta secara aktif. Materi yang diberikan meliputi pengertian diabetes mellitus, faktor risiko, gejala awal, komplikasi, pencegahan, penanganan hipoglikemia, hingga cara memantau kadar gula darah secara mandiri. Selain itu, peserta juga memperoleh edukasi mengenai penghitungan IMT, total kebutuhan kalori dan gula harian. Program ini diikuti oleh sekitar 17 peserta yang terdiri dari Kader Surabaya Hebat (KSH) dan ibu‑ibu PKK RW 06 Dukuh Sutorejo. Kegiatan dilaksanakan di Balai RW 06 sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif dalam bidang kesehatan.

Pelaksanaan program dilatarbelakangi oleh tingginya angka kasus Diabetes Mellitus di Indonesia dan ditemukannya sejumlah warga penderita diabetes di wilayah RW 06 Dukuh Sutorejo. Sejalan dengan hasil wawancara yang dilakukan kepada salah satu peserta dan KSH yang menyebutkan bahwa di sekitar wilayah RW 06 Dukuh Sutorejo masih terdapat beberapa orang yang terkena diabetes. Selain itu, masih rendahnya literasi kesehatan masyarakat terkait pengelolaan diabetes, kebiasaan konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, serta kurangnya keterampilan dalam perawatan luka diabetikum menjadi alasan utama dilaksanakannya kegiatan ini. Melalui program SADAR, mahasiswa berharap masyarakat mampu mengenali faktor risiko, melakukan deteksi dini, serta menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah komplikasi diabetes. Sebagai bentuk integrasi Sistem Informasi Keperawatan, tim juga menyediakan media edukasi digital berupa poster dan QR Code yang dapat diakses masyarakat kapan saja untuk memperoleh informasi terkait diabetes mellitus dan langkah penanganannya. Inovasi ini diharapkan mampu memperluas akses informasi kesehatan secara berkelanjutan.

SADAR 2026 hadir sebagai bahan belajar bersama terkait dengan Diabetes Mellitus tipe 2 ini. “Mohon maaf apabila ada kesalahan, kurang dalam singgah dan sungguh. Semoga belajar bareng mengenai diabetes ini bermanfaat bagi bapak ibu sekalian,” ujar Rijal Pangestu selaku Ketua pelaksana SADAR 2026. Selain itu, Ibu Hartutik selaku salah satu peserta SADAR 2026 mengatakan bahwa beliau sangat senang dan bersemangat dengan kegiatan ini dan ada satu hal yang terus beliau ingat yakni terkait 3J dalam menjaga kesehatannya.

Program SADAR merupakan implementasi nyata kontribusi Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengenali, mencegah, dan mengendalikan Diabetes Mellitus, kegiatan ini berkontribusi pada SDGs 3 (Good Health and Well‑Being) yang berfokus pada peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Pemanfaatan media edukasi digital berbasis QR Code juga mendukung SDGs 4 (Quality Education) melalui penyediaan akses informasi kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan. Selain itu, keterlibatan aktif mahasiswa, kader kesehatan, dan masyarakat dalam pelaksanaan program mencerminkan penguatan kolaborasi multipihak yang sejalan dengan SDGs 17 (Partnerships for the Goals).

Penulis: Nurul Qomariyah

Editor: Nandyta Putri Rahmadhani (Airlangga Nursing Journalist)