
NERS NEWS — Mahasiswa Profesi Ners Unair menggelar penyuluhan kesehatan bertajuk “Kenali Tanda Gawat Napas pada Anak: Deteksi Dini, Tindakan Cepat, Selamatkan Nyawa” pada Jumat, 17 Juli 2026, di Ruang Tunggu NICU/PICU RS Unair.
Kegiatan ini ditujukan kepada keluarga pasien yang sedang mendampingi anak menjalani perawatan di ruang NICU/PICU. Penyuluhan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB dengan metode ceramah dan tanya jawab yang interaktif. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh moderator, dilanjutkan dengan penyampaian tujuan penyuluhan serta pengenalan tim pelaksana. Materi disampaikan oleh Alifiah Nabila Rahardi dan Ferlina Ernanda Rohman yang menjelaskan pengertian gawat napas pada anak, penyebab, tanda dan gejala, tanda bahaya yang harus diwaspadai, langkah pertolongan pertama di rumah, waktu yang tepat membawa anak ke fasilitas kesehatan, serta upaya pencegahan gangguan pernapasan. Penyampaian materi didukung media leaflet dan presentasi sehingga memudahkan peserta memahami informasi yang diberikan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari keaktifan peserta dalam menyimak materi, mengajukan pertanyaan, serta menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri pada sesi evaluasi. Fasilitator turut berperan aktif dalam mengarahkan jalannya penyuluhan dan memotivasi peserta untuk berdiskusi. Di akhir kegiatan, moderator bersama pemateri melakukan evaluasi pemahaman peserta melalui sesi tanya jawab sebagai bentuk penilaian terhadap pencapaian tujuan pembelajaran.
Melalui penyuluhan ini, diharapkan keluarga pasien memiliki pengetahuan yang lebih baik mengenai tanda-tanda gawat napas pada anak sehingga mampu melakukan deteksi dini, memberikan pertolongan pertama yang tepat, serta segera mencari pertolongan medis apabila ditemukan tanda bahaya. Peningkatan pengetahuan keluarga diharapkan dapat mengurangi keterlambatan penanganan kasus gangguan pernapasan pada anak dan berkontribusi dalam meningkatkan keselamatan serta kualitas hidup pasien anak.
Kegiatan penyuluhan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3: Good Health and Well-Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), yang menitikberatkan pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya promotif dan preventif. Edukasi mengenai deteksi dini gawat napas pada anak berperan dalam meningkatkan literasi kesehatan keluarga, mendorong pencarian pertolongan medis secara tepat waktu, serta mendukung penurunan angka kesakitan dan kematian anak akibat gangguan pernapasan. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif berupa meningkatnya pengetahuan, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan keluarga dalam mengenali kondisi gawat napas sehingga diharapkan dapat mempercepat penanganan dan meningkatkan keselamatan anak.
Penulis: Kelompok D2.2-B27





