
NERS NEWS — Mahasiswa Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Kelompok D4.2 B27 menyusun dan menyebarluaskan media edukasi berupa leaflet tentang pencegahan infeksi pada bayi setelah menjalani perawatan intensif di ruang NICU/PICU. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan orang tua dalam menjaga kesehatan bayi selama masa pemulihan di rumah melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
Sebagai upaya meningkatkan pengetahuan keluarga dalam merawat bayi setelah menjalani perawatan intensif, Mahasiswa Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Kelompok D4.2 B27 melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan melalui pembagian leaflet dan penyuluhan mengenai pencegahan infeksi pada bayi pasca perawatan NICU/PICU. Materi yang diberikan meliputi pentingnya menjaga kebersihan tangan sebelum menyentuh bayi, pemberian ASI eksklusif, pembatasan pengunjung, menjaga kebersihan lingkungan rumah, melengkapi imunisasi, serta mengenali tanda dan gejala infeksi yang memerlukan penanganan medis segera.

Kegiatan edukasi ini melibatkan mahasiswa Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga, keluarga pasien, serta tenaga kesehatan yang bertugas di ruang NICU/PICU. Kegiatan dilaksanakan di ruang tunggu NICU/PICU sebagai sarana memberikan informasi kesehatan kepada orang tua dan keluarga yang sedang mendampingi bayi menjalani perawatan. Melalui interaksi langsung dan media leaflet yang informatif, peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait perawatan bayi setelah pulang ke rumah.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko infeksi pada bayi yang baru menyelesaikan perawatan intensif akibat kondisi sistem imun yang masih rentan. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan kesiapan keluarga dalam melakukan perawatan bayi secara mandiri di rumah sehingga dapat mencegah terjadinya infeksi dan komplikasi yang tidak diinginkan. Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran keluarga terhadap pentingnya pencegahan infeksi, terciptanya lingkungan yang lebih aman bagi bayi, serta berkurangnya risiko rehospitalisasi. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 (Good Health and Well-Being) melalui upaya peningkatan kesehatan bayi dan pencegahan penyakit, serta SDGs 4 (Quality Education) melalui pemberian edukasi kesehatan kepada masyarakat.

“Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari Program Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien serta keluarga dalam menjaga kesehatan secara mandiri. Melalui penyuluhan mengenai pencegahan infeksi pada bayi pasca perawatan NICU/PICU, diharapkan keluarga mampu menerapkan perawatan yang tepat di rumah sehingga dapat menurunkan risiko infeksi, mencegah komplikasi, dan mendukung proses pemulihan bayi secara optimal,” ujar Penanggung Jawab PKRS Ruang NICU/PICU
Kegiatan edukasi ini mendukung beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:
- SDGs 3: Good Health and Well-Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera).
- SDGs 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas).
- SDGs 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan keluarga dalam merawat bayi pasca perawatan intensif. Dengan penerapan langkah-langkah pencegahan infeksi yang tepat, risiko penyakit dapat diminimalkan sehingga mendukung tumbuh kembang bayi yang optimal serta berkontribusi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Penulis: Imelda Mogu Rowa





