
NERS NEWS — Mahasiswa Profesi Ners Kelompok B27 melaksanakan kegiatan Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) mengenai pencegahan dan penanganan anemia pada anak di Poli Anak Rumah Sakit Universitas Airlangga pada Kamis, 18 Juni 2026 pukul 09.30 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh orang tua pasien, pasien, serta keluarga yang sedang menunggu pelayanan kesehatan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memberikan informasi mengenai anemia pada anak sebagai salah satu masalah kesehatan yang masih sering ditemukan dan dapat memengaruhi proses tumbuh kembang anak apabila tidak ditangani dengan baik.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Materi yang diberikan meliputi pengertian anemia, penyebab dan faktor risiko terjadinya anemia pada anak, tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, serta langkah-langkah pencegahan dan penanganannya. Selain itu, peserta juga mendapatkan informasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, khususnya konsumsi makanan yang mengandung zat besi, vitamin C, dan nutrisi lain yang berperan dalam pembentukan sel darah merah.
Kegiatan edukasi ini dilaksanakan oleh Mahasiswa Profesi Ners Kelompok B27 dengan pendampingan tenaga kesehatan Poli Anak Rumah Sakit Universitas Airlangga. Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti jalannya penyuluhan. Beberapa orang tua mengajukan pertanyaan mengenai penyebab anak terlihat lemas, sulit makan, mudah mengantuk, serta cara meningkatkan kadar hemoglobin melalui pola makan sehari-hari. Diskusi yang berlangsung memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh informasi yang tepat terkait pencegahan dan penanganan anemia pada anak.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran orang tua mengenai pentingnya pencegahan anemia sejak usia dini. Anemia yang tidak ditangani dapat berdampak pada kesehatan dan perkembangan anak, seperti menurunnya daya tahan tubuh, gangguan konsentrasi belajar, serta terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi yang baik dan pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan anak. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3, yaitu Good Health and Well-Being, yang berfokus pada peningkatan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan penyuluhan ini juga sejalan dengan upaya World Health Organization (WHO) dalam menurunkan angka kejadian anemia pada anak melalui peningkatan kualitas gizi dan deteksi dini. WHO menyebutkan bahwa anemia masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang banyak ditemukan pada anak-anak dan dapat berdampak pada pertumbuhan, perkembangan, serta kemampuan belajar anak. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan orang tua mengenai pola makan sehat dan pencegahan anemia menjadi langkah penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Melalui kegiatan PKRS ini, diharapkan orang tua dan keluarga dapat lebih memahami pentingnya menjaga asupan gizi anak serta mengenali tanda-tanda anemia sejak dini. Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai anemia, diharapkan angka kejadian anemia pada anak dapat ditekan sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa profesi dalam mendukung pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada aspek kuratif, tetapi juga promotif dan preventif guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Penulis: Rista Febrianti dan Nur Laily Farida Sofianingtyas





