Stop Miopi, Stop Rabun Jauh, Love Your Eyes

NERS NEWS-Mahasiswa kelas A3 angkatan 2020 Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga telah menyelenggarakan seminar dengan mengusung tema miopi atau rabun jauh pada Kamis 07/07/22. Kegiatan seminar ini dilaksanakan secara luring yang bertempat di Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga dan dihadiri oleh dosen fasilitator bu Ika Nur Pratiwi S.Kep, Ns., M.Kep, serta peserta para seminar.

Seminar yang berjudul “Sering Bermain Gadget Bisa Bikin Rabun Jauh?” menjadi salah satu tugas Project Based Learning (PJBK) mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah. Penyakit miopi saat ini menjadi permasalahan yang cukup eksis di kalangan umum yang sering menonton atau belajar dengan menggunakan laptop atau smartphone.

“Pengambilan tema ini disertai alasan yang sangat dekat dengan masyarakat yaitu penggunaan gadget. Gadget merupakan perangkat pintar yang sangat akrab dengan kita saat ini. Para pelajar pun saat ini sangat dimudahkan dengan adanya gadget, seperti mengerjakan tugas, menambah informasi baru bahkan saat ujian. Selain pelajar, bahkan anak usia pra sekolah juga banyak yang sudah pandai menggunakan gadget, orang tua mereka memberikan mereka gadget agar dapat tenang dan dapat ditinggalkan untuk melakukan pekerjaan rumah lainnya”. Pendapat Devia.

Pelaku ketua pelaksana terkait alasan mengangkat tema miopi pada seminar kali ini.

Acara dibuka dengan pemberian sambutan dari ketua pelaksana dan dosen fasilitator, kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi pertama oleh Satriya Putri dengan topik efek sinar radiasi gadget. High Energy Visible (HEV) atau blue light merupakan nama lain dari sinar yang dihasilkan oleh smartphone, sinar tersebut salah satu bagian dari spektrum cahaya yang kuat dan dapat menimbulkan permasalahan pada sistem penglihatan. Penelitian yang dilakukan oleh University of Teledo (AS) menyebutkan jika paparan radiasi yang lama akan memicu pekanya cahaya oleh sel di mata. Adanya paparan radiasi yang berlebih akan menimbulkan gejala mata lelah, buramnya penglihatan, penglihatan ganda, pusing, hingga mata kering. Penyakit yang ditimbulkan juga bervariasi salah satunya kelainan refraksi yang meliputi rabun jauh, rabun dekat, astigmatisme, dan presbiopia. Selain kelainan refraksi, computer vision syndrome juga bisa diakibatkan lamanya paparan radiasi. Tidak hanya memberikan penjelasan mengenai sinar biru pada gadget, pada materi 1 juga disebutkan beberapa tips untuk menjaga kesehatan mata diantaranya dengan menjaga kelembaban mata, lebih banyak berkedip, mengatur tingkat kecerahan gadget, menjaga jarak antara mata dan layar, serta menggunakan blue light filter sebagai pencegah masuknya blue light yang berlebih di mata.

Pada materi 2 yang disampaikan oleh Rosita yang menjelaskan lebih detail mengenai miopi. Miopi sendiri merupakan gangguan pada sistem penglihatan dimana bayangan objek jatuh di depan retina sehingga menyebabkan objek terlihat buram pada penderitanya. Penelitian di Irlandia mengungkapkan bahwa penggunaan smartphone yang lebih dari 3 jam per hari memiliki kemungkinan miopi hingga 3 kali lipat. Hal ini terjadi karena efek pemanjangan aksial dari konvergensi akomodatif yang berlebihan dan pengaburan periferal, serta layar kecil dan ukuran font pada gadget meningkatkan jarak pandang yang lebih dekat menyebabkan bertambahnya akomodasi dan konvergensi pada mata sehingga menyebabkan miopia.

Pencegahan miopi dapat dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan mata atau vision test, pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai kekuatan refraksi mata. Vision test dilakukan dengan menggunakan kartu snellen, jarak antara kartu snellen dan pemeriksa sejauh 6 meter. Selain dengan vision test, pemeriksaan mata dapat dilakukan dengan pemeriksaan refraksi objektif, pemeriksaan ini bisa dilakukan dengan bantuan alat oftalmoskopi dan rentinoskopi. Tidak hanya pemeriksaan yang dapat dilakukan, pada materi kedua juga dijelaskan mengenai tatalaksana miopi yakni bisa menggunakan lensa kacamata hingga lensa kontak.

Setelah diberikan materi mengenai kesehatan mata dan miopi, beberapa peserta dipersilahkan untuk mengajukan pertanyaan terkait materi. Setelah sesi pertanyaan selesai, peserta dihibur dengan adanya ice breaking. Seminar diakhiri dengan pengumuman pemenang peserta teraktif dan pemenang dari ice breaking.

“Dengan diadakannya seminar mengenai miopi, semoga materi yang diberikan bisa diterima oleh peserta lain serta harapannya tips dan cara menjaga kesehatan mata bisa diterapkan juga dalam kehidupan sehari-hari karena setiap hari kita juga tidak bisa jauh dari gadget sehingga dibutuhkan cara untuk menjaga mata agar tetap sehat” tutup Devia, selaku ketua pelaksana ketika diwawancarai secara langsung.

 

Penulis: Ika Nur Pratiwi, S.Kep., Ns., M.Kep.
Editor: Rifdayanti M. Amalia

Pin It
Hits 861

Berita Terbaru