MERS NEWS - Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga menggelar kegiatan edukasi kesehatan bertajuk “HEBAT: Hindari Efek Bahaya Akibat Herpes & Gigitan Serangga” di Balai RW 03 Pacar Kembang, Surabaya, Jumat (21/11/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya ibu-ibu, dalam membedakan herpes zoster dan gigitan serangga yang kerap disalahartikan memiliki gejala serupa.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Project-Based Learning (PjBL) yang dilaksanakan oleh Kelompok 3 Kelas A2 Angkatan 2023 Program Studi S1 Keperawatan Universitas Airlangga. Program ini terintegrasi dengan mata kuliah Keperawatan Klien Dewasa dan Keperawatan Agregat Komunitas, serta berada di bawah pendampingan Dr. Ika Nur Pratiwi, S.Kep., Ns., M.Kep., dan Prof. Ferry Efendi, S.Kep., Ns., M.Sc., PhD.
Ketua pelaksana kegiatan, Ike Nurdian Febrianti, mengatakan bahwa edukasi ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pengetahuan masyarakat terkait perbedaan dua kondisi kulit tersebut. “Di masyarakat, herpes zoster sering dianggap sebagai gigitan serangga biasa. Padahal, herpes zoster memerlukan penanganan medis yang cepat untuk mencegah komplikasi seperti nyeri saraf berkepanjangan,” ujar Ike saat ditemui di lokasi kegiatan.
Ia menjelaskan, sasaran kegiatan difokuskan pada ibu-ibu karena memiliki peran strategis dalam pengambilan keputusan kesehatan keluarga serta penyebaran informasi di lingkungan sekitar. “Kami berharap ibu-ibu dapat menjadi perpanjangan tangan edukasi kesehatan di masyarakat,” tambahnya. Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan registrasi peserta, pembukaan acara, serta sambutan dari dosen pendamping dan perwakilan RT setempat. Edukasi disampaikan melalui presentasi interaktif dan poster visual yang menampilkan perbedaan ciri herpes zoster dan gigitan serangga, mulai dari bentuk ruam, pola penyebaran, hingga gejala penyerta yang perlu diwaspadai. Peserta juga mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta terlibat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Materi disampaikan secara sederhana dan kontekstual dengan contoh kasus yang sering ditemui di lingkungan sekitar.
Perwakilan RT 001 RW 03 Pacar Kembang, Wiwik Romdhaniyah, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. “Kegiatan ini sangat membantu warga, terutama ibu-ibu, agar tidak salah menilai kondisi kulit. Sekarang kami jadi lebih paham kapan cukup melakukan perawatan awal dan kapan harus segera memeriksakan diri ke tenaga kesehatan,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan sesi evaluasi, pemberian penghargaan kepada peserta aktif, serta dokumentasi bersama. Melalui program PjBL ini, mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga berharap edukasi kesehatan berbasis komunitas dapat berkontribusi dalam mencegah miskonsepsi, meningkatkan kewaspadaan, serta mendorong deteksi dini penyakit di tingkat masyarakat.
Editor: Nasya Puspita A (Airlangga Nursing Journalist)
Penulis: Endhita Berlian Aulia

