Yuk Kenali ISPA pada Anak!

  • By Nandyta Putri Rahmadhani
  • In Ners News
  • Posted 25 May 2023

NERS NEWS - Mahasiswa Praktik Keperawatan Klinik III Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Angkatan 2020 kelompok 3.4 telah melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan pada Jumat (19/05/2023) yang ditujukan kepada pasien dan keluarga pasien di Poli Anak Rumah Sakit Universitas Airlangga. Dengan mengangkat topik tentang ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), penyuluhan kesehatan ini ditujukan agar pasien dan keluarga pasien mampu mengerti dan memahami tanda gejala ISPA, serta pencegahan dan penanggulangan ISPA.

Infeksi Saluran Pernapasan Akut adalah penyakit yang paling sering diderita anak dan semua anak dapat mengalaminya. Hal ini dapat disebabkan karena sistem kekebalan tubuh anak memang lebih rentan dibandingkan orang dewasa rendahnya imunitas anak dibandingkan dengan orang dewasa. Virus dan bakteri penyebab ISPA bisa menyebar dan menular dengan hanya menghirup percikan droplet saat penderitanya batuk atau bersin. Tidak hanya itu, penyebaran juga bisa terjadi ketika memegang benda yang telah terkontaminasi virus atau kuman penyebab ISPA dan secara tak sadar menyentuh hidung atau mulutnya.

Anak-anak yang terinfeksi ISPA akan mengalami beberapa gejala seperti hidung tersumbat atau pilek, bersin, dan batuk-batuk. Penumpukan lendir pada anak bisa dirasakan apabila kita menggendong atau memeluk anak yaitu adanya perbedaan rasa getar pada dinding dada depan maupun punggung anak. Selain itu, anak juga akan lebih sering bersin. Infeksi saluran pernapasan atas dapat ditandai dengan sakit tenggorokan yang menyebabkan suara serak, mata terasa sakit, berair, dan kemerahan.

Pencegahan ISPA pada anak dapat dilakukan dengan meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas). Cara mencegah ISPA antara lain:

  1. Berjemur : Manfaat jemur pagi adalah untuk meningkatkan dan menguatkan sistem imun atau kekebalan tubuh, hal ini disebabkan karena sinar matahari dapat membuat tubuh kita menghasilkan lebih banyak sel darah putih, terutama limfosit yang berfungsi membantu mencegah terjadinya infeksi.
  2. Sering mencuci tangan : Mencuci tangan dapat menghilangkan kotoran dan debu secara mekanis dari permukaan kulit serta mengurangi jumlah mikroorganisme dan secara efektif dapat mengurangi kuman yang ada di tangan jika dicuci dengan air mengalir dan menggunakan disinfektan.
  3. Menghindari menyentuh bagian wajah : Orang tua juga perlu mengajarkan agar anak menghindari menyentuh wajah terutama mulut, hidung, dan mata dengan tangan pada saat bermain agar terhindar dari penyebaran virus dan bakteri.

Selanjutnya penatalaksanaan atau pengobatan ISPA pada anak yang dapat dilakukan diantaranya :

  1. Berikan cukup cairan : Ketika terkena ISPA, berikan anak cairan yang cukup agar terhindar dari bahaya dehidrasi, selain itu, dapat memberikan air putih yang dapat membantu mengencerkan dahak agar mudah dikeluarkan saat batuk sehingga pernapasan menjadi lebih lega.
  2. Istirahat yang cukup : Pastikan anak beristirahat dengan cukup agar bisa segera pulih, dan menciptakan suasana yang nyaman di kamar tidurnya.
  3. Mengonsumsi obat-obatan : Obat-obatan juga mungkin diperlukan untuk meredakan gejala ISPA pada anak, misalnya paracetamol untuk meredakan demam ataupun obat batuk khusus anak. Akan tetapi, pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan yang tepat

Materi yang disampaikan oleh Wahyu Nurjanah dan Ganar Shindu Yolanda dapat dibawakan dengan baik dan cukup menarik perhatian para pasien dan keluarga pasien. Beberapa keluarga pasien aktif bertanya serta mengkonfirmasi kembali informasi yang diberikan dan mampu memberikan feedback saat diberikan pertanyaan oleh moderator. Diharapkan setelah pelaksanaan penyuluhan kesehatan ini pasien dan keluarga pasien dapat lebih peduli dan waspada terhadap risiko terjadinya ISPA pada anak.

 

Penulis: Alfina Nurul F.
Editor: Fadiya Rizkyna Asadanie (Airlangga Nursing Journalist)

Pin It
Hits 1085

Berita Terbaru