NERS NEWS – Ginjal merupakan salah satu organ tubuh yang paling penting. Fungsi ginjal paling utama adalah menyaring senyawa racun dari darah. Apabila terdapat masalah pada ginjal, maka racun-racun tersebut dapat tersebar ke seluruh tubuh hingga mengancam nyawa apabila organ tidak bekerja dengan baik. Penyakit gagal ginjal kronik merupakan kelainan yang mengakibatkan kerusakan pada ginjal baik struktur dan atau fungsinya yang berlangsung selama 3 bulan atau lebih.
Mahasiswa profesi B24 kelompok 6 stase KMB Program Studi Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga melakukan kegiatan Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) pada hari Jumat, 07 April 2023 bertepatan dengan bulan suci Ramadhan dengan topik “Puasa pada Pasien dengan Penyakit Ginjal Kronis” di ruang Hemodialisa Rumah Sakit Universitas Airlangga. Peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan pasien rutin yang melakukan cuci darah di ruang hemodialisa RS Universitas Airlangga. Mahasiswa menyampaikan materi dengan didampingi oleh pembimbing klinik yaitu Ners Rizki Dwi F, S.Kep. Ns.
Presentator menyampaikan pada pasien gagal ginjal kronik apakah boleh berpuasa atau tidak? Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan pada pasien gagal ginjal kronik apabila ingin berpuasa, diantaranya : pasien gagal ginjal kronik yang sedang melakukan cuci darah tidak dianjurkan berpuasa karena termasuk dalam risiko tinggi, menurut salah satu pandangan fiqih menjelaskan bahwa cuci darah dapat membatalkan puasa karena terjadi perubahan nutrisi dan cairan selama proses cuci darah. Namun, pasien gagal ginjal kronik dapat berpuasa pada hari dimana tidak melakukan cuci darah dan dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter apabila ada keinginan untuk berpuasa.
Lalu, bagaimana jika pasien gagal ginjal kronik tetap ingin berpuasa? pada pasien gagal ginjal kronik terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan apabila ingin tetap berpuasa, yaitu :
- Tidak disarankan berpuasa apabila berat badan naik > 2 kg dari berat badan awal (pada pasien hemodialisa).
- Mengurangi makanan tinggi kalium saat berbuka dan sahur seperti pisang, nangka, alpukat, leci, gorengan, kacang-kacangan, daun pepaya, singkong, minuman soda, kopi, dan teh.
- Mematuhi asupan minum sesuai aturan pembatasan cairan.
- Pada pasien CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis) dwelling cairan dilakukan setelah berbuka, saat jam 00.00 dan saat sahur.
Penulis: Singgih Prasetiyo
Editor: Salwa Az Zahra (Airlangga Nursing Journalist)

