Jenis Pelecehan Seksual yang Kurang Diketahui Beberapa Orang

  • By
  • In Lihat
  • Posted 12 July 2021
×

Warning

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 737

Selama ini, banyak orang yang menyangka bahwa pelecehan seksual hanya sebatas pemerkosaan atau pemaksaan dalam melakukan hubungan intim. Nyatanya, masih ada banyak jenis perlakukan lain yang bisa masuk dalam kategori pelecehan seksual, dan tentu saja bisa mengakibatkan trauma dan gangguan kesehatan bagi “korbannya”.

Komnas Perempuan menyebutkan, pelecehan seksual adalah tindakan yang bernuansa seksual, baik yang disampaikan melalui kontak fisik maupun kontak non-fisik. Tindakan ini biasanya dilakukan dengan menyasar bagian tubuh seksual atau area seksualitas seseorang. Nyatanya, ada banyak tindakan yang masuk dalam kategori ini, mulai dari siulan, main mata, mempertunjukkan konten berbau pornografi, gerakan tubuh yang bersifat seksual, hingga komentar dan ucapan bernuansa seksual.

Tindakan-tindakan tersebut nyatanya bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman, tersinggung, hingga merasa direndahkan martabatnya, sehingga mengakibatkan gangguan pada kesehatan fisik maupun mental. Pelecehan seksual tidak melulu tentang seks. Sayangnya, masih banyak orang yang belum mengerti dan sering melakukan tindakan yang berbau pelecehan seksual, baik secara sadar maupun tidak.

Jenis-Jenis Pelecehan Seksual yang Harus Diketahui

Jika dilihat dari kategorinya, pelecehan seksual dibagi ke dalam lima jenis. Selain tindakan-tindakan berbau seksual, ada beberapa hal lagi yang ternyata masuk dalam kategori pelecehan seksual. Apa saja?
1. Pelecehan Gender
Pemberian komentar bernada menghina terhadap gender tertentu bisa masuk dalam kategori pelecehan seksual. Misalnya, pelecehan, penghinaan, ataupun merendahkan wanita, baik di dunia nyata maupun di media sosial. Ada beberapa contoh pelecehan gender yang bisa terjadi, mulai dari komentar menghina, gambar dan tulisan yang merendahkan wanita, hingga lelucon atau humor yang menyinggung wanita yang membuat siapapun mendengarnya merasa malu.
2. Perilaku Menggoda
Pelecehan seksual juga bisa terjadi karena adanya perilaku menggoda, baik di tempat umum maupun di lingkungan kerja atau sekolah. Mulai dari ajakan seksual yang tidak diinginkan, mengajak pergi dengan cara yang memaksa, mengirimkan pesan dan telepon yang mengganggu, serta ajakan lain.
3. Pemaksaan Seksual
Memaksa seseorang untuk melakukan aktivitas seksual juga masuk dalam jenis pelecehan seksual yang bisa terjadi. Apalagi jika pemaksaan ini juga disertai dengan ancaman hukuman tertentu dan membuat korban merasa takut dan tidak memiliki kekuatan untuk menolak ajakan tersebut. Dalam dunia kerja, ancaman yang biasa dilakukan termasuk evaluasi kerja yang negatif, ancaman pemberhentian kerja, hingga tuduhan dan gosip yang diedarkan di lingkungan kerja.
4. Menjanjikan Imbalan
Pelecehan seksual juga berupa ajakan untuk melakukan hubungan intim dengan menjanjikan imbalan tertentu. Hal ini bisa dilakukan, baik secara terang-terangan maupun secara tertutup. Dalam beberapa kasus, imbalan yang sudah dijanjikan bisa saja tidak pernah diberikan.
5. Sentuhan Fisik yang Disengaja
Pelanggaran seksual berat, seperti dengan sengaja menyentuh, merasakan, ataupun dengan sengaja menempelkan bagian tubuh tertentu. Hal ini juga bisa termasuk dalam penyerangan seksual yang dilakukan saat korban lengah atau tidak memiliki kemampuan untuk melawan.
Kekerasan seksual bukan hanya terjadi pada wanita, melainkan juga pria. Perilaku ini tentu tidak bisa dibiarkan, sebab kebanyakan korban akan mengalami trauma yang berkepanjangan, mulai dari depresi dan gangguan lain.

Dampak pelecehan seksual bagi kesehatan penyintas

Kalimat seperti, “Cuma bercanda, jangan marah dong,” atau “Kalau nggak mau digodain, jangan pakai baju terbuka!” masih sering keluar setiap para penyintas pelecehan seksual melaporkan perlakuan yang diterimanya. Hal ini tentu sangat memprihatinkan. Sebab komentar ini menganggap enteng kejadian tersebut dan membuat narasi seolah kejadian tersebut bukanlah salah pelaku tapi salah korban. Padahal, pelecehan yang dianggap bercanda itu bisa memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penyintas, baik dari segi kesehatan fisik maupun mental. Berikut ini gangguan kesehatan yang bisa muncul akibat pelecehan seksual.
1. Depresi
Orang yang pernah mengalami pelecehan seksual dapat mengalami depresi jangka panjang. Jadi, dampak ini mungkin tidak langsung terlihat saat itu juga. Penyintas pelecehan seksual yang masih berusia remaja maupun 20 tahunan awal saat kejadian tersebut dialaminya, bisa saja baru menunjukkan gejala depresi saat masuk usia 30 tahunan awal. Sebagian besar orang yang pernah menerima bentuk pelecehan seksual, kemudian merasa dirinya bersalah akan kejadian tersebut. Jika dibiarkan menghantui terus-menerus, perasaan ini bisa memicu depresi.
2. Tekanan darah tinggi
Mengalami pelecehan seksual juga akan memicu naiknya tekanan darah. Hal ini membuat penyintas jadi berisiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung dan gangguan lain yang berhubungan dengan hipertensi.
3. Post-traumatic stress disorder (PTSD)
Orang yang pernah mengalami pelecehan juga bisa merasakan trauma mendalam akan kejadian tersebut. PTSD ini tentu akan mengganggu kualitas hidupnya. Sebab, ia akan berusaha untuk menghindari segala sesuatu yang berhubungan atau mengingatkannya dengan pelaku atau kejadian tersebut. Misalnya, jika pelecehan tersebut terjadi di dalam bus, penyintas bisa saja jadi trauma untuk naik bus padahal itu adalah alat tranportasi terdekat yang bisa mengantarnya dari rumah ke tempat kerja. Akibatnya ia harus memutar jauh mencari moda transportasi lain. Penyintas juga bisa trauma saat melihat seseorang yang memiliki ciri fisik yang mirip dengan pelaku. Misalnya saat kejadian pelaku menggunakan jaket berwarna biru, dan ia akan langsung teringat dengan kejadian pelecehan setiap melihat orang yang menggunakan jaket berwarna biru.
4. Gangguan tidur
Gangguan tidur juga bisa terjadi pada para korban pelecehan seksual. Mereka bisa saja jadi sulit untuk tidur karena setiap memejamkan mata, langsung teringat wajah pelaku dan kejadian yang menimpanya. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini bisa berubah jadi insomnia dan memicu gangguan kecemasan dan stres.
5. Bunuh diri
Pada kondisi gangguan mental yang sudah parah, pelecehan seksual bisa berujung pada percobaan bunuh diri. Kondisi stres jangka panjang, PTSD, gangguan kecemasan dan tekanan sosial yang dirasakan bisa mendorong penyintas melakukan hal-hal untuk menyakiti dirinya sendiri.

Pelecehan seksual bukanlah sesuatu yang bisa diremehkan. Apabila Anda mengalami perlakuan ini, jangan segan untuk melapor ke lembaga-lembaga yang menawarkan perlindungan terhadap korban pelecehan seksual. Anda akan didampingi untuk mengurus laporan. Anda pun akan mendapatkan pendampingan psikologis jika memang diperlukan. Sementara itu jika ada teman, kerabat, atau keluarga yang menerima pelecehan, Anda harus ingat untuk menahan diri dalam berkomentar kecuali memang bertujuan membantu dan mendampinginya melalui masa-masa sulit ini. Janganlah mengeluarkan kata-kata yang menyalahkan korban dan membuat bebannya justru semakin berat.

Referensi :
Putri, N. H. (2021) Mengenal Bentuk Pelecehan Seksual yang Kerap Tidak Disadari. Available at: https://www.sehatq.com/artikel/jenis-jenis-perlakuan-yang-termasuk-pelecehan-seksual (Accessed: 3 July 2021).
Redaksi Halodoc (2018) 5 Hal Ini Masuk Kategori Pelecehan Seksual, Apa Alasannya? Available at: https://www.halodoc.com/artikel/5-hal-ini-masuk-kategori-pelecehan-seksual- (Accessed: 3 July 2021).

Pin It
Hits 1856

Berita Terbaru