Cara Menyusui yang Benar

  • By Eva Khoirunnisa Adinta
  • In Ners News
  • Posted 23 November 2024

NERS NEWS – Menyusui adalah keterampilan yang dipelajari oleh ibu dan bayi dengan cara memberikan ASI kepada anaknya serta memperhatikan perlekatan dan posisi yang benar. Sehingga puting susu ibu tidak lecet atau luka serta bayi menyusu dengan nyaman dan tidak gumoh. Pemberian ASI untuk bayi baru lahir perlu dilakukan secara teratur mengingat air susu ibu merupakan sumber makanan terbaik bagi bayi hingga berusia 6 bulan. Penyuluhan telah dilakukan oleh mahasiswa profesi Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga mengenai cara menyusui yang benar. Penyuluhan dilakukan pada Jumat, 8 November 2024 yang berlokasi di ruang bayi (Perina) Rumah Sakit Universitas Airlangga. Penyuluhan ini dihadiri oleh keluarga pasien yang sedang dirawat di ruang perina.

Kegiatan penyuluhan ini dilakukan untuk memberi informasi bahwa pentingnya menyusui dengan benar karena sangat berpengaruh pada pemenuhan nutrisi bayi. Menyusui yang benar dapat ditandai dengan adanya pelekatan yang baik. Tanda pelekatan yang baik dapat disingkat “AMUBIDA

Areola bagian bawah sebagian besar dimasukkan ke mulut bayi

MUlut terbuka lebar. Pastikan mulut bayi terbuka lebar ketika ibu memasukkan puting.

BIbir harus "Dower". Saat menghisap puting, bibir bayi harus terbuka dower ke bawah, sehingga Areola sebagian besar bagian bawahnya masuk ke dalam mulut bayi.

DAgu menempel ke payudara, tujuannya agar hidung bayi tidak tertutup payudara ibu.

Jika cara menyusui tidak tepat maka dapat berdampak pada ibu maupun bayi. Adapun dampak dari menyusui yang tidak benar antara lain puting susu ibu menjadi lecet, payudara bengkak, ASI tidak keluar secara maksimal sehingga akan berpengaruh terhadap produksi ASI, bayi akan enggan menyusu, perut bayi menjadi kembung, dan pemberian ASI tidak adekuat. Memberikan informasi yang cukup kepada ibu mengenai cara menyusui yang benar dapat meningkatkan kesadaran dan mendorong pentingnya ASI bagi pemenuhan nutrisi bayi. Peran keluarga dan tenaga medis sangat penting dalam memberikan dukungan ibu untuk menyusui.

Saat sesi diskusi, audience yang berada di depan kita sangat antusias dan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai informasi yang telah disampaikan. Setelah melihat respon dan melakukan evaluasi kepada pasien yang mengikuti penyuluhan terlihat bahwa mereka cukup menyimak dan memahami sedikit demi sedikit apa yang sudah disampaikan. Oleh karena itu, kami berharap penyuluhan yang kami berikan bisa memberikan manfaat baik kepada pasien maupun keluarga pasien, serta dapat diimplementasikan secara mandiri di rumah.

 

Penulis: Satriya Putri Z dan Duwi Adinda P
Editor: Anindya Putri Ravina (Airlangga Nursing Journalist)

Pin It
Hits 639

Berita Terbaru