NERS NEWS - (Rabu, 11/06/2025) - PjBL (Project Based Learning) merupakan metode pembelajaran di Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga yang melibatkan peran aktif dari mahasiswa berbasis proyek, aksi nyata dan pendekatan langsung ke masyarakat. Dalam rangka implementasi PjBL, Mahasiswa Keperawatan Kelas A3 Kelompok 2 sukses menggelar kegiatan dengan mengangkat topik “GELORA (GERD dan Pengelolaan Stigma dan Stres dalam Ragam Budaya) di wilayah RT 3, RW 4, Kupang Krajan. Kegiatan ini mencakup dua mata kuliah, yaitu Keperawatan Klien Dewasa Sistem Endokrin, Pencernaan, Perkemihan, dan Imunologi dan Psikososial dan Budaya dalam Keperawatan.
Acara ini dihadiri peserta dari ibu-ibu KSH (Kader Surabaya Hebat) setempat sebanyak 25 orang, rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB diawali dengan para peserta registrasi, dilanjutkan pembukaan dan doa oleh MC, serta sambutan-sambutan dari Dosen Pembimbing yang senantiasa mendampingi Ibu Ika Nur Pratiwi S.Kep., Ns., M.Kep, Ketua RT 3 yaitu Bapak Agus Shodiqun, yang memberikan wadah bagi mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan kali ini serta Ketua Pelaksana PjBL yaitu Anisah Fahriani. Selanjutnya, sebelum ke acara inti dimulai para peserta diminta mengerjakan soal pre-test dalam bentuk hard file sebagai tolak ukur pemahaman peserta mengenai materi yang akan disampaikan. Tidak hanya itu, penilaian ini sekaligus digunakan untuk meninjau efektivitas penyampaian materi.
Memasuki sesi inti yaitu penyampaian materi mengenai GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) dan mitos dan fakta seputar penyakit GERD yang sering dikaitkan dengan budaya masyarakat. Topik ini dipilih karena masih banyak masyarakat, khususnya ibu-ibu, belum sepenuhnya memahami perbedaan GERD dengan maag dan sering menyepelekan gejalanya. Melalui edukasi ini, diharapkan para peserta tidak hanya dapat mengenali tanda dan penyebab GERD secara lebih tepat, tetapi juga mampu menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar.
Materi edukasi disampaikan secara interaktif menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh seluruh peserta. Dalam sesi penjabaran mitos dan fakta seputar GERD, pemateri mengemas informasi dalam bentuk kuis ringan yang menarik, sehingga mampu meningkatkan antusiasme peserta. Pada sesi tanya jawab, beberapa peserta turut aktif bertanya, baik untuk memperdalam pemahaman terkait GERD maupun berbagi pengalaman pribadi. “Beberapa hari yang lalu, anak saya ngeluh kalau dadanya sakit banget kayak terbakar, sedikit merasa mual juga. Saya baru tau kalau itu gejala GERD,” ujar salah satu ibu KSH yang menceritakan pengalamannya.
Menjelang akhir kegiatan, para peserta diarahkan untuk mengerjakan soal post-test dalam bentuk hard file sebagai tolak ukur pemahaman peserta mengenai materi yang telah disampaikan. Panitia juga mengadakan games ringan sebagai hiburan sekaligus sarana berinteraksi dengan peserta. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan souvenir pada setiap peserta dan reward kepada 3 peserta teraktif. Kegiatan diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta dan panitia. Pihak KSH RW 4 Kupang Krajan pun menyampaikan kesan positif terhadap kegiatan edukasi ini. Mereka mengaku menjadi lebih memahami apa itu GERD sehingga informasi ini dapat mereka teruskan kepada warga di lingkungan sekitar.
Penulis : Fitri Damayanti Adam, Arsinta Pramita Putri
Editor : Eva Khoirunnisa Adinta (Airlangga Nursing Journalist)

