NERS NEWS – Pada hari Jum’at, 15 Agustus 2025, mahasiswa Program Profesi Ners Universitas Airlangga berhasil mengadakan Pendidikan Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dengan judul “Etika Batuk & Batuk Efektif” di ruang tunggu pasien lantai 1 Poli IPD Graha Trimed.
Kegiatan PKRS ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga agar lebih memahami serta terampil dalam melakukan teknik batuk efektif sebagai salah satu cara sederhana, namun penting untuk membantu membersihkan jalan napas, meningkatkan ventilasi paru, serta mencegah komplikasi akibat penumpukan sekret di saluran pernapasan baik selama perawatan di rumah sakit maupun di rumah.
Etika batuk adalah tata cara batuk yang benar dengan menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau lengan bagian dalam (bukan telapak tangan) untuk mencegah penyebaran kuman ke orang lain. Etika batuk yang baik terbukti dapat menurunkan risiko penularan penyakit infeksi saluran pernapasan di lingkungan rumah sakit maupun di rumah.
Batuk efektif adalah teknik batuk yang dilakukan dengan cara menarik napas dalam, menahan sebentar, lalu mengeluarkannya dengan batuk kuat dan terkontrol sehingga sekret dapat keluar secara optimal. Batuk efektif membantu membersihkan jalan napas, meningkatkan ventilasi paru, dan mencegah komplikasi akibat penumpukan dahak.
Pada kesempatan kali ini, mahasiswa berhasil menjelaskan secara lengkap mengenai etika batuk kepada pasien dan keluarga.
Selain itu, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai batuk efektif, yaitu teknik batuk yang benar untuk membantu mengeluarkan dahak. Pasien diajarkan langkah-langkah mulai dari minum air hangat, mengambil posisi duduk dengan badan condong ke depan, melakukan pernapasan dalam, lalu batuk dengan kuat hingga dahak keluar. Edukasi ini dilengkapi dengan praktik langsung sehingga pasien dan keluarga dapat memahami serta mempraktikkan teknik batuk efektif dengan benar.
Penyuluhan mengenai etika batuk dan batuk efektif mendapat respon yang sangat positif dari pasien dan keluarga. Banyak dari mereka yang awalnya belum memahami pentingnya cara batuk yang benar untuk mencegah penularan penyakit maupun teknik batuk efektif untuk membantu membersihkan jalan napas. Setelah diberikan penjelasan disertai praktik langsung, pasien dan keluarga mengaku lebih paham serta merasa terbantu dengan edukasi yang diberikan.
“Harapannya, pasien dan keluarga dapat menerapkan etika batuk dengan benar serta rutin melakukan batuk efektif, sehingga kesehatan tetap terjaga dan risiko penularan maupun komplikasi dapat dicegah,” tutur ketua pelaksana PKRS.
Penulis : Ramadhana Fitria Novitasari
Editor : Alina Ramadani (Airlangga Nursing Journalist)

