INFORMASI TEST ELPT (KLIK DISINI)

Manajemen Ansietas

  • By
  • In Lihat
  • Posted 02 July 2021
×

Warning

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 738

Ansietas didefinisikan sebagai suatu respon perasaan yang tidak terkendali. Ansietas merupakan respon terhadap ancaman yang sumbernya tidak diketahui, internal, dan samar-samar. Ansietas berbeda dengan rasa takut, yang merupakan respon dari suatu ancaman yang asalnya diketahui, eksternal, jelas, atau bukan bersifat konflik (Anggit, 2019).

Tingkat Ansietas

1. Ansietas ringan: berhubungan dengan ketegangan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat menyebabkan seseorang menjadi waspada.

2. Ansietas sedang: memungkinkan seseorang untuk memusatkan pada hal yang penting dan mengesampingkan yang lain. Sehingga seseorang mengalami perhatian yang selektif namun dapat melakukan sesuatu yang lebih terarah.

3. Ansietas berat: memusatkan pada sesuatu yang terlihat dan spesifik dan tidak dapat berfikir tentang hal ini. Semua perilaku ditujukan untuk mengurangi ketegangan. Orang tersebut memerlukan banyak pengarahan untuk dapat memusatkan pada suatu area lain.

4. Tingkat panik: berhubungan dengan terperangah, ketakutan dan teror. Rincian terpecah dari proporsinya, karena mengalami kehilangan kendali.

Tanda dan Geajala Ansietas

1. Gejala motorik, meliputi: gemetar, muka tegang, nyeri otot, nyeri dada, letih, pegal, sakit kepala, sakit leher.
2. Gejala otonomik, berupa hiperaktivitas saraf otonomik terutama saraf simpatis ditandai dengan gejala; palpitasi, hiperhidrosis, sesak nafas, diare.
3. Khawatir berlebihan.
4. Kewaspadaan berlebihan.
5. Sulit konsentrasi.
6. Tidur terganggu.

Cara Mengatasi Ansietas

Kecemasan dapat diatasi dengan komunikasi yang baik dengan pasien dan juga bisa diatasi dengan cara di bawah ini:

1. Teknik relaksasi segitiga pernapasan (Triangle Breathing):
a. Ambil napas selama 3 detik dengan lambat,
b. Tahan napas selama 3 detik
c. Keluarkan perlahan selama 3 detik melalui mulut
d. Ulangi selama 3 kali

2. Teknik guided imagery
a. Diri dalam keadaan rileks
b. Teman dan konselor membimbing seseorang dengan kondisi verbal (bicara perlahan dan lembut)
c. Klien dapat terbawa ke tempat yang paling aman yang diinginkan oleh suara hatinya.
d. Saat terbangun dari proses imagery, klien akan merasa damai, dan akan mempunyai persepsi yang baru terhadap sesuatu yang membebani, atau lebih siap menghadapinya.

3. Tertawa dan olahraga.
Untuk mengatasi rasa ansietas ini, para pakar menyarankan agar kita banyak tertawa. Karena cara tersebut ampuh mengusir emosi dengan sesuatu positif sifatnya. Tak ubahnya dengan olahraga. 20 hingga 30 menit melakukan olahraga bisa membantu mengurangi rasa ansietas.

4. Tulislah rasa ansietas dalam secarik kertas
Cara ini, menurut Bloomfield, lumayan ampuh mengurangi emosi dan rasa sesak di dada. Karenanya, tulislah dengan jujur ketakutan dan ansietas yang ada dalam benak seseorang, seperti "Saya ansietas karena...", "Saya nggak yakin kalau harus...', atau "Saya takut ketika."

5. Bersantai
Rasa ansietas yang muncul merupakan salah satu akibat dari banyaknya pekerjaan atau tugas lainnya. Karena itu, usahakan untuk menyisihkan waktu buat bersenang-senang dan bersantai. Atau waktu tersebut bisa pula digunakan untuk meditasi, membangun mimpi dan berimajinasi. Karena kebiasaan tersebut akan membantu mengurangi rasa ansietas.

6. Dengar musik.
Dengan mendengarkan musik-musik favorit, akan membantu menjalani ritme hidup yang menyenangkan.


Sumber:

Anxiety in the Dental Clinic’, B-Dent, Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah, 3(1), pp. 39–45. doi: 10.33854/jbdjbd.36.
Anggit, N. M. (2019) ‘Pengaruh Intervensi Emotional Freedom Technique (Eft) Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Sectio Caesarea Di Rs Pku Muhammadiyah Gamping’, Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta., pp. 11–41.
Mundakir, P.F.W. 2018. Laporan Pengabdian Mengenai Gangguan Kecemasan Pada Usia Remaja. Surabaya: FIK UMS

Pin It
Hits 11089