Mewujudkan Masyarakat CERDAS: Cermat Tangani Kejang Demam dan Deteksi Dini Kanker Payudara dengan SADARI dan SADANIS di Balai RW 5 Mojo

  • By Nasya Puspita Anggraeni
  • In Ners News
  • Posted 29 November 2025

NERS NEWS – Pada Minggu, 23 November 2025, Mahasiswa Fakultas Keperawatan Kelas A1 Kelompok 2 Angkatan 2023 Universitas Airlangga telah melaksanakan kegiatan Project Based Learning (PjBL) yang terintegrasi pada mata kuliah Keperawatan Anak Kronis dan Kegawatdaruratan serta Keperawatan Kesehatan Reproduksi, yang bertempat di Balai RW 5, Mojo, Gubeng, Surabaya. Kegiatan ini mengusung tema “CERDAS: Cermat Tangani Kejang Demam dan Deteksi Dini Kanker Payudara Melalui SADARI dan SADANIS” sebagai bentuk penerapan ilmu sekaligus upaya edukasi promotif dan preventif kepada masyarakat mengenai dua isu kesehatan yang sering dijumpai, yaitu penanganan awal kejang demam pada anak dan pentingnya deteksi dini kanker payudara melalui pemeriksaan mandiri maupun oleh tenaga kesehatan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta keterampilan masyarakat dalam mengenali kondisi berisiko dan melakukan langkah pencegahan yang tepat di lingkungan sehari-hari.

Pada materi pertama membahas tentang pentingnya pemeriksaan SADARI dan SADANIS. Materi ini disampaikan secara menyeluruh meliputi waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan, tanda-tanda abnormal yang perlu diwaspadai, hingga penjelasan dan demonstrasi langkah-langkah melakukan SADARI secara benar. Di samping itu juga menjelaskan perlunya memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan SADANIS. Seluruh peserta tampak fokus selama pemaparan materi serta aktif menirukan gerakan dari langkah-langkah SADARI saat dicontohkan demonstran. Beberapa peserta juga terbuka untuk berbagi pengalaman pribadinya tentang kesehatan payudara. Untuk memastikan pemahaman peserta, pemateri mengajak salah satu peserta untuk mendemonstrasikan kembali langkah-langkah SADARI dan diikuti oleh peserta lainnya. Pemaparan materi SADARI dan SADANIS diakhiri dengan sesi tanya jawab. Sesi tanya jawab kali ini berlangsung sangat aktif yang ditunjukkan dengan pertanyaan-pertanyaan kritis yang disampaikan para peserta. Sesi tanya jawab ditutup dengan penjelasan singkat dari pemateri akan keefektifan SADARI dan SADANIS dalam mendeteksi dini kanker payudara.

Sesi materi kedua berfokus pada edukasi penanganan awal pada anak yang mengalami kejang demam. Materi disampaikan secara runtut dan terstruktur, dimulai dari pengertian kejang demam, faktor penyebab, tanda dan gejala, langkah-langkah pertolongan pertama, hingga tindakan yang tidak dianjurkan saat menghadapi kondisi tersebut. Para peserta PjBL yang mayoritas adalah ibu-ibu terlihat sangat antusias, mereka aktif memberikan umpan balik selama pemaparan materi berlangsung. Untuk memperkuat pemahaman, pemateri menampilkan demonstrasi langsung mengenai tata cara memberikan pertolongan pertama yang aman pada anak kejang. Peserta turut terlibat aktif dengan mempraktikkan kembali langkah-langkah yang telah dicontohkan sehingga mampu menguasai langkah-langkahnya secara tepat. Di akhir pemaparan materi dan demonstrasi pertolongan pertama pada anak kejang demam, sesi tanya jawab berlangsung dengan pertanyaan yang kritis dan relevan dengan pengalaman pribadi peserta. Hal ini menunjukkan tingginya minat dan perhatian peserta terkait materi kejang demam. Setelah rangkaian sesi materi selesai, peserta harus mengisi post test sebagai alat ukur pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan.

Sebagai penutup, kegiatan ini memperlihatkan tingginya keaktifan peserta, terutama para ibu yang aktif bertanya, berdiskusi, dan mengaitkan materi dengan pengalaman sehari-hari. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa materi mudah dipahami dan relevan. Tingkat pemahaman peserta juga meningkat, terlihat dari hasil post test serta kemampuan mereka mendemonstrasikan ulang langkah-langkah SADARI, SADANIS, dan pertolongan pertama pada kejang demam secara tepat. Para peserta memberikan respons positif dan menilai bahwa informasi yang diperoleh dapat membantu mereka mengambil tindakan yang lebih tepat untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari. Ke depannya, peserta diharapkan mampu menerapkan praktik SADARI secara rutin, memanfaatkan layanan SADANIS di fasilitas kesehatan, serta dapat melakukan penanganan yang tepat bila menghadapi anak dengan kejang demam. Selain itu, para ibu diharapkan dapat memberikan edukasi terkait materi yang telah disampaikan kepada keluarga dan lingkungan sekitar agar pengetahuan ini dapat tersebar lebih luas dan berkelanjutan.

 

Penulis: Sie Acara Kelompok 2 A1/2023
Editor: Nasya Puspita A (Airlangga Nursing Journalist)

Pin It
Hits 25

Berita Terbaru